Sifat Yesus vs Sifat Muhammad SAW

8 03 2009

Sifat-sifat Kejam dan Munafik Rasulullah

Posted by : Zebaoth Jehova zebaoth.jehova, Sun
Sep 28, 2008 1:50 pm

Selama ini muslim diajarkan bahwa Muhammad SAW adalah laki-laki yang
paling mulia, paling agung dan paling baik sepanjang segala masa.
Tidak ada kecacatan sama sekali dalam dirinya. Ini menjadikan
Muhammad SAW adalah contoh bagi muslim dimana saja, dan perbuatan-
perbuatannya menjadi teladan bagi muslim untuk diikuti. Harus diakui
bahwa Muhammad SAW adalah seorang pemimpin besar yang telah banyak
menanamkan hal-hal baik bagi masyarakat Arab dan muslim pada umumnya.

Kita akan melihat dari satu sisi untuk mengevaluasi karakter dari
Muhammad SAW ini. Yang akan kita lihat adalah bagaimana Muhammad SAW
menghadapi musuh-musuh pribadinya. Bagaimana saat seseorang ditentang
dan dipertanyakan. Pada saat menghadapi tentangan tersebutlah
biasanya karakter asli seseorang akan terlihat.

Sebelum mengevaluasi kita akan lihat dulu karakter dari 2 tokoh dalam
Perjanjian Baru sebagai perbandingan.

1. Yesus Kristus
Saat Dicela dan Ditentang :
Pada saat berada diatas kayu salib, Yesus Kristus TIDAK MEMAKI-MAKI
mereka yang telah menyalibkannya, namun justru BERDOA BAGI
KESELAMATAN MEREKA.
Lukas 23 : 34 :
Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu
apa yang mereka perbuat.”

Tentang Pembunuhan :
Yesus melarang pembunuhan.
Matius 19:18 Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata
Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan
mengucapkan saksi dusta,

2. Rasul Paulus
Saat Dicela dan Ditentang :
Rasul Paulus yang selalu dituduh rasul PALSU oleh muslim memberikan
contoh yang sangat baik. Saat berada di Korintus, RASUL PAULUSPUN
MENERIMA FITNAHAN, CELAAN DAN HINAAN dari penduduk Korintus.
1 Korintus 4:11 :
Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup
mengembara,

Rasul Paulus TIDAK MEMBALAS MEREKA, MELAINKAN TETAP BERLAKU SABAR
1 Korintus 4 : 12 – 13 :
kami melakukan pekerjaan tangan yang berat.. KALAU KAMI DIMAKI, KAMI
MEMBERKATI; KALAU KAMI DIANIAYA, KAMI SABAR;
KALAU KAMI DIFITNAH, KAMI TETAP MENJAWAB DENGAN RAMAH; kami telah
menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala
sesuatu, sampai pada saat ini.

Tindakan yang dilakukan adalah MENEGOR DENGAN KASIH.
1 Korintus 4 : 14 :
Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk MENEGOR
KAMU SEBAGAI ANAK-ANAKKU YANG KUKASIHI.

Tentang Pembunuhan :
Roma 13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan
mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah
tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri!
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu
kasih adalah kegenapan hukum Taurat

Jadi karakter yang ditunjukkan keduanya adalah :
1. Tidak mendendam
2. Menegor dengan kasih
3. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan lainnya
4. Mendoakan agar mereka diberi keselamatan
5. Tidak melakukan pembunuhan

Berikut ini akan diberikan beberapa kisah Muhammad SAW dan tindakan
yang diambilnya terhadap mereka yang pernah melukai hati Muhammad
SAW, yaitu :
1. Al-Nadr bin al-Harith (ayat serupa al-qur’an)
2. Uqba bin Abi Mu`ayt (2 pertanyaan jebakan)
3. Ka`b bin al-Ashraf (puisi yang mengkritik)
4. Ibn Sunayna (kebencian ras)
5. Sallam Ibn Abu’l-Huqaiq (Pembunuhan untuk kepuasan)
6. Umaiya bin Khalaf Abi Safwan (Benci karena gagal merampok)
7. Amir bin Jihash (Pembunuhan karena curiga – 1)
8. Seorang yang tidak dikenal (Pembunuhan karena curiga – 2)
9. Abu Afak (Pembunuhan karena syair)
10. Asma Binti Marwan (Nasib Munir wanita)
11. Abdullah bin Khatal (Nasib seorang yang berpaling dari Islam – 1
12. Miqyah bin Hubabah (Nasib seorang yang berpaling dari Islam – 2)
13. Fartanah (Kisah sedih seorang biduanita)
14. Huwairits bin Nuqaith (Anak terjatuh, nyawa melayang)
15. Sarah (Pengantar surat yang malang)

Sumber kutipan utama adalah dari buku karya Muhammad bin Yassar bin
Ishaq yang merupakan buku BIOGRAFI TERTUA tentang Muhamamad SAW. Buku
ini SELESAI DITULIS SEKITAR TAHUN 150 HIJRAH, dan setelah
meninggalnya Ibn Ishaq kemudian direvisi oleh Ibn Hisham

Siapa Muhammad ibn Ishaq ibn Yasar.
Dia lahir di Madinah tahun 85 H, meninggal di Baghdad 151 H. Kakeknya
yang bernama Yasar jatuh ke tangan Khalid bin al Walid di tahun 12 H
dan kemudian memeluk Islam. Ayah Muhammad ibn Ishaq banyak
berhubungan dengan para ahli hadis generasi ke 2, terutama Zuhri,
Qatada dan Abdullah bin Abu Bakar. Sementara Ibn Ishaq sendiri
belajar agama hingga ke Mesir kepada Yazid bin abu Habib. Setelah
kembali ke Madinah, ia terus mengkoleksi hadisnya.

Jadi sumber-sumber Muhamamad bin Ishaq adalah SANGAT DEKAT DENGAN
MASA HIDUP GENERASI PERTAMA MUSLIM. Bandingkan dengan pengumpul Hadis
seperti Bukhari, Muslim dll yang hidup sekitar 200 – 270 tahun
setelah H.
Banyak pakar-pakar kuno Islam yang mengakui otoritas dari Muhammad
ibn Ishaq, diantaranya :
1. al Zuhri : “Orang yang paling baik pengetahuannya mengenai maghazi
adalah Ibn Ishaq, ilmu masih tetap ada di Medinah selama Ibn Ishaq
masih hidup.
2. Syu’bah (85 – 160 M) : “Terpercaya dalam hadis, pemuka para ahli
hadis karena kehebatan ingatannya”
3. Abu Hatim : “Hadis yang diriwayatkannya banyak dikutip orang”

1. AL-NADR BIN AL-HARITH (AYAT SERUPA AL-QUR’AN)

Nadr bin Al Harits pertama disebutkan sebagai wakil Quraish yang
berunding dengan Rasulullah.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, halaman 196
… para pemimpin dari semua kelompok Quraish – Utbah bin Rabi’ah dan
Sahiba ….. NADR BIN HARITS saudara dari bani Abdudar ….

Dikisahkan pemuka Quraish menawarkan uang, kemuliaan dan kedudukan
jika itu memang yang diminta Muhammad SAW. Muhammad SAW menyatakan
bukanlah itu yang dia inginkan melainkan pengakuan bahwa dia adalah
Rasul yang diutus oleh Allah SWT.
Atas pernyataan tersebut, pemuka Quraish meminta bukti yaitu :
1. Menyingkirkan gunung-gunung
2. Mengalirkan ke tanah Arab sungai-sungai
3. Menghidupkan kembali nenek moyang mereka..

Atas permintaan pembuktian itu Muhammad SAW menyatakan
ketidakmampuannya.
Akhirnya pertemuan berakhir tanpa kesepakatan apa-apa.

Sumber :
Ibid
Halaman 198 – 199 :
Abdullah bin abu Umayyah mendekati Rasulullah dan berkata, “Wahai
Muhammad, MEREKA TELAH MEMBERIKAN TAWARAN YANG BAIK KEPADAMU YANG
TERNYATA KAMU TOLAK. Pertama mereka meminta sesuatu darimu untuk
mereka agar mereka mengetahu bahwa kedudukanmu disisi Tuhan adalah
seperti apa yang kamu katakan sehingga mereka dapat mempercayaimu dan
mengikutimu, DAN KAMU TIDAK MELAKUKAN APA-APA. Kemudian mereka
memintamu untuk melakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, agar mereka
tahu kelebihanmu atas mereka dan kedudukanmu disisi Tuhan, DAN KAMU
TIDAK MAU MELAKUKANNYA. Kemudian mereka memintamu untuk mendatangkan
hukuman atas mereka agar mereka menjadi takut, dan KAMU TIDAK
MELAKUKANNYA ……..

Karena ketidakmampuan Muhammad SAW meyakinkan Quraish, maka
pertentangan terhadap Muhammadpun berlanjut. Salah satunya dilakukan
oleh Nadr bin al Harits

Sumber :
Ibid
Halaman 200 – 201
Pada saat itu Nadr bin al Harits adalah salah satu setan dari
Quraish. Dia selalu mencaci maki Rasulullah dan menunjukkan sikap
bermusuhan. Dia pernah pergi ke al Hira dan belajar di sana tentang
hikayat raja-raja Persia, hikayat tentang Rustum dan Isbandiyar.
Ketika Rasullulah mengadakan pertemuan dimana dia mengingatkan mereka
tentang Tuhan, dan mengingatkan umatnya tentang apa yang telah
terjadi pada banyak generasi yang telah lalu akan pembalasan yang
ditimpakan Tuhan atas kelaliman mereka, AL NADR MENGATAKAN KEPADA
MEREKA, “AKU MEMILIKI KISAH DAN CERITA YANG LEBIH BAIK DAN LEBIH
MENARIK DARI YANG DIA MILIKI, IKUTLAH AKU”. Kemudian dia mulai
menceritakan kepada mereka kisah tentang raja-raja Persia, Rustum dan
Isbandiya, dan kemudian dia berkata, “Atas dasar apa kalian
menganggap Muhammad adalah seorang penutur kisah yang lebih baik dari
aku?”.

Jadi kesalahan Nadr bin Al Harits adalah karena dia berani menyaingi
Muhammad SAW dalam menceritakan kisah-kisah umat terdahulu. NADR
BERANI MELAYANI TANTANGAN UNTUK MEMBUAT AYAT-AYAT YANG SERUPA AL-
QUR’AN, DAN AKIBATNYA ADALAH HUKUMAN MATI.

Sumber :
Ibid
jilid 2, halaman 122
… Ketika Rasulullah sedang berada di al Safira, NADR DIBUNUH OLEH
ALI, sebagaimana yang diceritakan oleh seorang penduduk dari Mekah
kepada saya.

Sungguh ironis, Muhammad SAW sendiri yang menantang orang-orang untuk
mendatangkan ayat-ayat serupa Al-Qur’an, dan SAAT ADA YANG MELADENI
TERNYATA TIDAK BISA DITERIMA OLEH MUHAMMAD SAW. Dan akibatnya adalah
hukuman mati.

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN
Dengan perbuatannya ini Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT
dalam Al-Qur’an yaitu :
QS 42 : 37 :
Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-
perbuatan keji, dan APABILA MEREKA MARAH MEREKA MEMBERI MAAF.

Bagi Muhammad adalah lebih baik menuntaskan dendamnya daripada
mengikuti perintah Allah SWT untuk memberi maaf.

Lagi-lagi, ironi terbesar muncul. Muhammad SAW yang gemar mencaci
maki Yahudi and Nasrani ternyata TIDAK LEBIH BAIK DARI YANG DICACI
MAKINYA.
QS 2 : 59 :
Lalu orang-orang yang zalim MENGGANTI PERINTAH dengan (mengerjakan)
yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas
orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat
fasik.

Jadi daripada mengikuti perintah untuk memaafkan, lebih baik bagi
Muhammad SAW untuk mengganti perintah tersebut dengan pembunuhan.

Tampaknya bagi Muhammad SAW berlakulah hukuman sesuai ayat Al-Qur’an
berikut:
QS 29 : 68 :
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-
adakan kedustaan terhadap Allah atau MENDUSTAKAN YANG HAK [1160]
TATKALA YANG HAK ITU DATANG KEPADANYA? BUKANKAH DALAM NERAKA JAHANNAM
itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?

Perintah datang kepada Muhamamad SAW, dan Muhammad SAW sendirilah
yang mendustakan perintah tersebut. Dan menyedihkannya karena MENURUT
AL-QUR’AN, sikap begini diganjar menjadi PENGHUNI NERAKA JAHANAM.

2. UQBAH BIN ABI MUAIT (2 PERTANYAAN JEBAKAN)

Uqbah adalah satu sahabat dekat dari Nadr bin al Harits. Dia diutus
oleh Quraish bersama Nadr untuk menemui rabi Yahudi yang memberikan 3
pertanyaan untuk mengetest Muhamamad SAW.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1, halaman 201
Ketika Nadr mengatakan hal tersebut kepada mereka, mereka mengirim
dia dan Uqbah bin Abu Muait kepada pendeta Yahudi di Medinah ……. Sang
pendeta berkata, “Ajukanlah pertanyaan kepadanya tentang 3 hal yang
akan kami jelaskan kepada kalian, jika dia memberikan jawaban yang
benar, maka dia memang seorang nabi, tetapi jika dia tidak dapat
menjawabnya dengan benar, maka dia adalah seorang bajingan…… Tanyakan
kepadanya tentang ANAK-ANAK MUDA YANG MENGHILANG dimasa lalu …..
kedua, tanyakanlah kepadanya tentang LAKI-LAKI PENGEMBARA AGUNG yang
telah mencapai negeri timur dan negeri barat. TANYAKANLAH KEPADANYA
TENTANG ROH. Jika mampu menjawab dengan benar maka ikutlah dia ……

Ketiga pertanyaan kemudian disampaikan kepada Muhammad oleh Nadr dan
Uqbah, dan Muhammad menjawab, “Aku akan memberikan jawabannya besok”
(hal 202).

Ternyata Muhammad SAW tidak dapat menjawab sesuai waktu yang
dijanjikannya sendiri dan baru dapat menjawab SETELAH LEBIH DARI 15
HARI.
Jawaban Muhammad adalah :
1. Tentang orang muda yang menghilang dimasa lalu terjawab dengan
sura Al-Kahfi yang menceritakan beberapa pemuda tertidur selama
ratusan tahun (QS 18 : 9 – 26)
2. Tentang pengembara terjawab dengan ayat-ayat tentang Zulkarnain
yang mencapai tempat matahari terbenam di lumpur hitam (QS 18 : 83 –
101).
3. Sementara tentang roh, Muhammad SAW tidak dapat menjawab dan hanya
mendapatkan wahyu bahwa roh adalah diluar jangkauan pikiran manusia.
QS 17 : 85 : Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.
Katakanlah : “Roh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu
diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Satu hal yang tidak disadari oleh Muhammad SAW adalah bahwa pendeta
YAHUDI MENJEBAK MUHAMMAD SAW dengan 3 pertanyaan. Dari 3 pertanyaan,
2 pertanyaan yaitu tentang pemuda yang tertidur di gua dan Zulkarnain
ADALAH PERTANYAAN JEBAKAN KARENA CERITA INI JELAS ADALAH LEGENDA
TIDAK ADA NILAI TEOLOGISNYA SAMA SEKALI.
* Kisah pengembara yang mencapai tempat matahari adalah LEGENDA
TENTANG KAISAR KAFIR Alexander Agung.
* Sedangkan cerita tentang pemuda yang tertidur ADALAH LEGENDA THE
SEVEN SLEEPERS OF EFESSUS. Cerita ini diterjemahkan dalam bahasa
Syria oleh James dari Sarug (w. 521 M).

Lucunya untuk 2 PERTANYAAN JEBAKAN INI MUHAMMAD JUSTRU BISA MENJAWAB
BAHKAN MASUK DALAM AL-QUR’AN. Sementara untuk pertanyaan yang
sesungguhnya yaitu tentang roh tidak mampu dijawab.
Akibatnya celaan terhadap Muhammad tidaklah surut, malah semakin
keras.
Dan nasib Uqbah yang mengajukan pertanyaan menjadi jelas, yaitu harus
dihukum mati.

Sumber :
Ibid
jilid 2, halaman 122
Disaat Rasulullah sedang berada di Irqul Zabya, Uqbah terbunuh. Dia
ditangkap oleh Abdullah bin Salimah, salah seorang keluarga bani
Ajlan.
Ketika RASULULLAH MEMERINTAHKAN UNTUK MEMBUNUHNYA, dia
berkata, “Tetapi siapa yang akan mengasuh anakku wahai
Muhammad?”. “NERAKA, “JAWAB RASULULLAH, dan Asim bin Thabit bin Abul
Aqlah al Anshari membunuhnya …..

Kesalahan Uqbah adalah karena dia mengajukan 3 pertanyaan yang
menjebak Muhammad SAW. Dan sangat ironis karena Muhammad SAW ternyata
memang terjebak.
Dendam Muhammad SAW bahkan terlihat saat dia menjawab bahwa anak-anak
Uqbah akan disuh oleh neraka. Anak-anak yang belum tahu apa-apa ikut
menjadi korban dendam Muhammad SAW.

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT yang lain lagi.
QS 45 : 14 :
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka MEMAAFKAN
ORANG-ORANG YANG TIADA TAKUT HARI-HARI ALLAH [1384] karena Dia akan
membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan

Bagi Muhammad adalah lebih baik menuntaskan dendamnya karena terjebak
memberi jawaban salah daripada mengikuti perintah Allah SWT untuk
memberi maaf.

3. KAAB IBN ASHRAF (PUISI YANG MENGKRITIK)

Setelah pindah ke Medinah, Muhammad SAW mulai menghimpun kekuatan.
Pada waktu itu golongan Yahudi menolak ajakan Muhammad SAW untuk
memeluk Islam. Salah satu dari antaranya adalah Kaab bin Al Ashraf
yang tidak mempercayai bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan mendukung
Quraish. Namun Kaab tidaklah pernah mengangkat senjata terhadap
Muhammad SAW ataupun muslim lainnya. Yang dilakukannya hanyalah
MENGARANG LIRIK-LIRIK DIMANA DIA MERATAPI ORANG-ORANG QURAISH YANG
TERBUNUH saat perang Badar dan lirik yang dianggap menghina wanita
muslim. Dan karena tulisannya, Kaab harus dibunuh atas perintah
Muhammad SAW.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 188 – 191
… Kaab mulai mencaci maki Rasulullah dan menyusun baris-baris dimana
DIA MERATAPI KAUM QURAISH YANG DILEMPARKAN KEDALAM LUBANG SETELAH
TERBUNUH di perang Badar. Ia berkata :

Perang Badar telah menumpahkan darah manusia
Melihat Badar air matamu pasti meleleh dan menangis
Orang-orang terbaik dibantai di sekeliling kantung air mereka
………..
Aku mendengar Harits ibnu Hisyam (cat : dia adalah seorang pembesar
Quraish)
Melakukan hal yang benar dan mengumpulkan pasukan
Menuju Yatsrib dengan tentara-tentaranya
Karena hanya mereka yang mulia
Yang rupawan yang akan melindungi reputasi mereka yang tinggi
………
Lalu dia menulis puisi cinta yang MENGEJEK KEADAAN WANITA-WANITA
ISLAM. (cat vivaldi : tidak dituliskan lirik yang yang dimaksud).
RASULULLAH BERKATA, “SIAPA YANG AKAN MENYINGKIRKAN IBN ASHRAF
UNTUKKU?. Muhammad bin Maslamah …. berkata , “Aku yang akan
melakukannya untukmu wahai Rasulullah. Aku akan membunuhnya” . Beliau
berkata, “Kerjakanlah jika kamu sanggup”.
…………….
KUTUSUKKAN BELATI KE BAGIAN BAWAH TUBUHNYA, LALU AKU TERUS MENUSUK
HINGGA KE KEMALUANNYA, dan diapun jatuh ketanah.
…………
Kami mengucapkan salam ketika beliau sedang shalat dan ketika beliau
keluar kami mengatakan bahwa kami telah membunuh musuh Allah.

Sdr No Mind pernah menuliskan lebih lanjut tentang pembunuhan Kaab
bin Al Ashraf ini.

Dari Ibn Sa’d,
Kitab Al Tabaqat Al Kabir, volume 1, halaman 37 :
Mereka (Maslama dan teman-temannya) memotong kepalanya (Ka`B) dan
membawanya …. MEREKA MENYUGUHKAN KEPALA KA`B DIHADAPAN MUHAMMAD. DIA
(NABI) MEMUJI ALLAH ATAS KEMATIANNYA (KA`B).[/i]

Jadi seseorang bisa dengan mudah dibunuh hanya karena tulisannya.
Padahal apa yang ditulis oleh Kaab hanyalah lirik yang menyesalkan
banyaknya orang Quraish yang meninggal. Tuduhan bahwa Kaab menulis
lirik yang menghina muslimah tidak pernah dibuktikan terbukti dengan
tidak adanya dalam kutipan Ibn Ishaq diatas.
Jadi karena Muhammad SAW tidak senang dengan tulisan Kaab bin Al
Ashraf, MAKA DIBUNUHNYALAH ORANG TERSEBUT DENGAN CARA YANG LICIK,
DIMALAM HARI DAN DENGAN PENIPUAN.

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN
Tampaknya Muhammad SAW memang adalah orang yang tidak bisa memaafkan
orang lain. Dan ironis sekali karena Muhammad SAW sendiri ternyata
melanggar apa yang sudah diperintahkan oleh Allah SWT.
QS 5 : 13 :
………… dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari
mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka
MAAFKANLAH MEREKA DAN BIARKAN MEREKA, sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang berbuat baik

Jadi bagi Muhammad SAW adalah LEBIH BAIK MEMUASKAN DENDAMNYA DARIPADA
MENGIKUTI PERINTAH ALLAH SWT untuk memaafkan dan membiarkan dan
menjadi orang baik-baik.

4. IBN SUNAYNA (KEBENCIAN RAS)

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 194
Rasulullah berkata, “BUNUH SETIAP YAHUDI yang jatuh kedalam
kekuasaanmu” . Setelah itu Muhayyisa bin Mas’ud menyergap dan
menyerang Ibnu Sunayna seorang pedagang Yahudi yang sebenarnya
mempunyai hubungan sosial dan bisnis dengan mereka dan dia
membunuhnya.

SUNNAH NABI YANG SANGAT KEJI. Membunuh setiap Yahudi hanya karena dia
terlahir sebagai Yahudi. Tidak perduli apakah si Yahudi benar atau
salah. Sungguh ironis, muslim senantiasa menuduh Yahudi membenci
Islam, namun sunah nabi diatas jelas menunjukkan sebaliknya, Muhammad
SAWlah yang sangat membenci Yahudi.
Pembunuhan ini dikecam oleh saudara Muhayyisa yang bernama Huwayissa
yang menyatakan, “Kamu membunuhnya sedangkan banyak lemak diperutmu
berasal dari kekayaannya” (halaman 194)

Cerita kemudian berkembang dimana Huwayyisa tertarik dengan Islam
karena kepatuhan Muhayyisa untuk mentaati Muhammad SAW.

Sumber :
Ibid, halaman 194
“Demi Allah, jika Muhammad memerintahkanmu untuk membunuhku, apakah
engkau akan melakukannya” . Dia (Muhayyisa) berkata, “Ya, demi Allah,
seandainya dia memerintahkan aku untuk membunuhmu aku akan
melakukannya” . Dia (Huwayyisa) berkata, “Sungguh menakjubkan agama
yang dapat membuatmu menjadi seperti ini!”. Dan mulai saat itu dia
(Huwayyisa) masuk Islam.

Kisah yang sangat ironis. Huwayyisa tertarik dengan Islam karena
kepatuhan saudaranya terhadap apa yang diperintahkan Muhammad SAW.
TERMASUK KEPATUHAN UNTUK MEMBUNUH SAUDARANYA SENDIRI.

KOMENTAR DARI ALKITAB
Sangat berbeda dengan pengajaran Yesus.
Matius 19:18
Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “JANGAN
MEMBUNUH, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi
dusta,

Jadi bagaimana mungkin muslim MENGAKU beriman kepada nabi Isa
sementara pengajaran Isa dengan sunnah Muhammad SAW adalah jauh
bertolak belakang.
Bahkan Rasul Paulus, YANG DENGAN KEJI DITUDUH OLEH MUSLIM sebagai
rasul palsupun mangajarkan hal yang sama dengan Yesus, yaitu :
Roma 13 : 9 :
Karena firman: jangan berzinah, JANGAN MEMBUNUH, jangan mencuri,
jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam
firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

Jadi dalam hal ini rasul Paulus adalah pengikut setia dan benar dari
nabi Isa, sementara Muhammad SAW justru menentang apa yang diajarkan
oleh nabi Isa.

5. SALLAM IBN ABUL-HUQAIQ (PEMBUNUHAN UNTUK KEPUASAN)

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 324 – 325
…., muncullah masalah Sallam ibn Abdul Huqaiq yang dikenal sebagai
Abu Rafi berkaitan dengan mereka yang telah mengumpulkan orang-orang
dari berbagai suku untuk bersama-sama melawan Rasulullah ……. Maka
Khazraj meminta kepada Rasulullah dan DIIJINKAN OLEH BELIAU UNTUK
MEMBUNUH SALLAM yang saat itu sedang berada di Khaibar.
……..
Ketika Aus telah membunuh Kaab karena sikap permusuhannya terhadap
Rasulullah, segera Khazraj mengucapkan kata-kata itu dan bertanya
kepada kaumnya sendiri siapakah yang begitu memusuhi rasulullah
sebagaimana Kaab?. Merekapun segera ingat kepada Sallam yang berada
di Khaibar dan meminta izin Rasulullah untuk membunuhnya dan
merekapun diijinkan. ………..
Saat mereka telah sampai di Khaibar segera mereka mendatangi rumah
Sallam di malam hari …. ISTRI SALLAM KELUAR DAN MENANYAKAN SIAPAKAH
MEREKA DAN DIJAWABLAH BAHWA MEREKA ADALAH ORANG-ORANG ARAB YANG
MENCARI MAKANAN. MAKA MEREKAPUN DIPERBOLEHKAN MASUK. Ketika kami
masuk kami segera mengunci pintu kamarnya karena kami khawatir akan
ada yang menghalangi kami.
………
Setelah kami menebaskan pedang padanya, ABDULLAH BIN UNAIS MENUSUK
PERUTNYA SAMPAI TEMBUS …….

MUHAMMAD SAW MEMBUNUH SALLAM HANYA UNTUK MEMUASKAN KEINGINAN BANI
KHAZRAJ yang ingin berjasa seperti bani Aus yang telah membunuh Kaab
bin Al Ashraf.
Pembunuhan diatas ditambah lagi dengan KEBOHONGAN DENGAN MEMANFAATKAN
KEBAIKAN HATI KELUARGA SALLAM yang mau menerima mereka untuk memberi
makan.
Sungguh ironis sekali.

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Allah SWT yang lain lagi.
QS 15 : 85 :
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara
keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu
pasti akan datang, MAKA MAAFKANLAH (MEREKA) DENGAN CARA YANG BAIK.

Bagi Muhammad adalah lebih baik menuntaskan dendamnya daripada
mengikuti perintah Allah SWT untuk memaafkan dengan cara yang baik.

6. UMAIYA BIN KHALAF ABI SAFWAN (BENCI KARENA GAGAL MERAMPOK)

Sumber :
Bukhari Volume 4, buku 56, Nomor 826:
Dikisahkan oleh ‘Abdullah bin Mas’ud:
Sad bin Muadh datang ke Madinah dengan tujuan untuk melakukan umrah
dan dia tinggal di rumah Umaiya bin Khalaf Abi Safwan ……… Umaiya
berkata kepada Sa’d, “Tunggulah hingga siang hari saat orang-orang
berada dirumah mereka, baru kamu pergi melakukan tawaf mengelilingi
Kabah”. Saat Sad sedang mengelilingi Kabah, Abu Jahl mendatanginya
dan berkata, “Siapa itu yang sedang bertawaf?” Sad menjawab, “Aku
Sad”. Abu Jahl berkata, “Apakah kamu aman sekalipun kamu pernah
memberikan perlindungan kepada Muhammad dan sahabat-sahabatnya. ?” Sad
berkata, “Ya”, dan mereka mulai bertengkar. Umaiya berkata kepada
Sad, “Jangan bertengkar dengan Abu Jahl karena dia adalah pemimpin
Mekkah”. Sad kemudian berkata kepada Abu Jahl, “Demi Allah, jika kamu
menghalangi aku bertawaf, Aku akan menghancurkan perdaganganmu dengan
Syam”. Umaiya terus berusaha menenangkan Sad. Sad menjadi marah dan
BERKATA KEPADA UMAIYA, “PERGILAH DARIKU KARENA AKU MENDENGAR MUHAMMAD
AKAN MEMBUNUHMU”. Umaiya bertanya, “Apakah Muhammad benar akan
membunuhku?” . Sad berkata, “Ya!”. Umaiya berkata, “Demi Allah, jika
Muhammad berkata sesuatu, dia tidak akan berbohong”. ………. Maka ketika
kaum Quraish menuju ke Badar dan menyatakan perang, …..istri Umaiya
berkata, Tidaklah kamu mengingat apa yang dikatakan saudaramu yaitu
Sad”. (cat : bahwa Muhammad akan membunuh Umaiya) Umaiya memutuskan
tidak berperang tetapi Abu Jahl berkata kepadanya, “Kamu aalah dari
keluarga bangsawan di Mekah, maka kamu harus ikut kami untuk satu
atau dua hari.” UMAIYA PERGI BERSAMA MEREKA DAN ALLAH KEMUDIAN
MEMBUNUHNYA.

Kebencian Muhammad SAW tampaknya dipicu karena KEGAGALANNYA UNTUK
MERAMPOK BARANG DAGANGAN UMAYYA BIN KHALAF. Namun siapa sih orang
yang mau barang dagangannya dirampok, sekalipun yang merampok mengaku
sebagai utusan Allah SWT dan mungkin kegiatannya merampok atas wahyu
Allah SWT.

Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad SAW
Muhammad Husain Haekal
BAGIAN KEDUABELAS: SATUAN-SATUAN DAN BENTROKAN-BENTROKAN PERTAMA
Lalu ia mengadakan persekutuan dengan pihak Banu Dzamra; bahwa
sebulan sesudah itu ia pergi lagi mengepalai 200 orang dari Muhajirin
dan Anshar – menuju Buwat dengan SASARAN SEBUAH KAFILAH YANG DIPIMPIN
O]EH UMAYYA B. KHALAF yang terdiri dari 2.500 ekor unta dikawal oleh
100 orang pasukan perang. Tapi juga sudah tidak bertemu lagi, sebab
mereka sudah MENGAMBIL HALUAN LAIN, bukan jalan kafilah

Jadi setelah berada di Medinah, Muhamamd SAW sering malakukan
penyerangan terhadap kafilah-kafilah Quraish untuk merampok mereka.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 97, 121
Ekspedisi Besar ke Lembah Badar
Kemudian Rasulullah mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb datang dari
Syria dengan sebuah kereta besar kaum Quraish yang membawa uang dan
barang dagangan …… beliau memanggil orang-orang Islam dan
berkata, “INI ADALAH KERETA QURAISH YANG BERISIKAN HARTA KEKAYAAN
MEREKA. BERANGKATLAH UNTUK MELAKUKAN PENYERANGAN, semoga Allah
memberikan keberhasilan kepada kita.”……….
……….
Kemudian Rasulullah memerintahkan agar semua BARANG RAMPASAN PERANG
yang telah dikumpulkan didalam tenda dibawa bersama-sama ……

Akibat perampokan inilah yang kemudian memicu terjadinya perang Badar
yang merenggut sangat banyak korban jiwa dari kedua belah pihak.
Umayya sendiri akhirnya mati karena dibunuh oleh Bilal yang mendendam
karena pernah disiksa oleh Umayya. Tampaknya agama Islam yang
dipeluknya tidak dijalankannya dengan benar.

Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad SAW
Muhammad Husain Haekal
BAGIAN KETIGABELAS : PERANG BADR
Bilal melihat Umayya b. Khalaf dan anaknya, begitu juga beberapa
orang Islam melihat mereka yang dikenalnya di Mekah dulu. Umayya ini
adalah orang yang pernah menyiksa Bilal dulu, ketika ia dibawanya
ketengah-tengah padang pasir yang paling panas di Mekah.
Ditelentangkannya ia di tempat itu lalu ditindihkannya batu besar di
dadanya, dengan maksud supaya ia meninggalkan Islam. Tetapi Bilal
hanya berkata: “Ahad, Ahad. (Yang Satu, Yang Satu.)”
Ketika dilihatnya Umayya, Bilal berkata : “Umayya, moyang kafir.
Takkan selamat aku, kalau kau lolos!”
Beberapa orang dari kalangan Muslimin mengelilingi Umayya dengan
tujuan jangan sampai ia terbunuh dan akan dibawanya sebagai tawanan.
Tetapi Bilal di tengah-tengah orang banyak itu berteriak sekeras-
kerasnya:
“Sekalian tentara Tuhan! Ini Umayya b. Khalaf kepala kafir. Takkan
selamat aku kalau ia lolos.”
Orang banyak berkumpul. Tetapi Bilal tak dapat diredakan lagi, DAN
UMAYYA DIBUNUHNYA.

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN
MUHAMMAD SAW SENDIRI MENCURI dan ironisnya dalam salah satu
perintahnya Allah SWT memberikan syarat untuk bisa diampuni Allah SWT
adalah TIDAK MENCURI.
QS 60 : 12 :
Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman
untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan
Allah, TIDAK AKAN MENCURI, tidak akan berzina, ……. maka terimalah
janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka.
Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kegiatan rampok merampok bahkan DIKECAM OLEH ALLAH SWT. NAMUN TOH
TETAP DILAKUKAN OLEH MUHAMMAD SAW.
QS 29 : 67 :
Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah
menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, SEDANG MANUSIA
SEKITARNYA RAMPOK-MERAMPOK. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran)
mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat
Allah?

Kegiatan merampok dan mencuri bahkan diancam hukuman potong tangan.
Namun hukuman potong tangan ini tampaknya tidak berlaku bagi Muhammad
SAW dan pengikut-pengikutny a. Jadi perintah ini dilanggar sendiri
oleh Muhammad SAW.
QS 5 : 38 :
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang MENCURI, POTONGLAH TANGAN
KEDUANYA (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan
sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.

Sangat jelas bahwa Muhammad SAW dan pengikut-pengikutny a telah
mendustakan ayat-ayat Al-Qur’an sendiri, dan Al-Qur’an memang sudah
memperingatkan hal ini.
QS 6 : 49 :
Dan orang-orang yang MENDUSTAKAN AYAT-AYAT KAMI, mereka akan ditimpa
SIKSA disebabkan mereka selalu BERBUAT FASIK.

Jadi sikap mendengar tapi tidak mau melaksanakan adalah sikap dari
orang-orang fasik. Pengertian fasik sendiri adalah :
Sumber :
Kamus Umum Bahasa Indonesia
WJS Poerwadarminta
PN Balai Pustaka, Jakarta 1976
Fasik : tidak pedulikan perintah Tuhan (berarti : buruk kelakuan,
jahat, berdosa besar)

Karena bersikap fasik, maka ada siksaan yang harus dialami :
1. Muhammad SAW meninggal sebagai akibat racun yang diberikan oleh
seorang wanita Yahudi di Khaibar
2. Umar meninggal karena dibunuh didalam masjid
3. Usman meninggal dihajar ramai-ramai dan ditikam di rumah
kediamannya.
4. 4 Desember 1974 : 191 jemaah haji asal Indonesia meninggal ketika
pesawat Dutch DC-8 yang membawa pulang ke tanah air mengalami
kecelakaan di Srilanka
5. Juli 1987 : 400 jemaah haji meninggal, terutama berasal dari
jemaah Shiah Iran, setelah mereka terlibat pertempuran dengan tentara
Kerajaan Arab Saudi
6. 2 Juli 1990 : 1.426 jemaah haji meninggal akibat saling injak di
Haratul Lisan (terowongan Mina), dari jumlah tsb. 649 orang berasal
dari Indonesia..
7. Juli 1991 : 261 jemaah haji asal Nigeria meninggal setelah pesawat
yang mengangkut mereka pulang mengalami kecelakaan.
8. 23 Mei 1994 : 270 jemaah haji meninggal akibat berdesak-desakan
saat melempar jumrah di Mina. Dari jumlah tsb, 6 orang berasal dari
Indoensia.
9. 15 April 1997 : 340 jemaah meninggal dan 1.500 lainnya luka-luka
akibat kebakaran yang menimpa tenda-tenda jemaah di Mina. Sejak
peristiwa itu, mulai digunakan tenda antiapi.
10. 9 April 1998 : 180 jemaah haji meninggal akibat berdesak-desakan
di dekat Mekah saat menjelang akhir pelaksanaan ibadah haji.
11. Maret 2001 : 35 orang jemaah haji meninggal, juga dalam ritual
melempar jumrah di Mina.
12. Februari 2003 : 35 jemaah haji meninggal saat melempar jumrah di
Mina.
13. 1 Februari 2004 : 244 jemaah haji meninggal dan 244 lainnya luka-
akibat berdesak-desakan saat melempar jumrah di Jamarat Mina.

Selain bersifat fasik, tindakan mendustakan ayat-ayat Allah disamakan
dengan kaum kafir dan penghuni neraka.
QS 2 : 39 :
Adapun orang-orang yang KAFIR DAN MENDUSTAKAN AYAT-AYAT KAMI, mereka
itu PENGHUNI NERAKA; mereka kekal di dalamnya.

KOMENTAR DARI ALKITAB
Tindakan fasik seperti inilah yang sudah diingatkan oleh Rasul Paulus
yaitu mengucapkan perintah tapi tidak melaksanakan atau hanya sekedar
omong kosong.
2 Timotius 2 : 16 :
tetapi hindarilah OMONGAN YANG KOSONG dan yang tak suci yang hanya
menambah KEFASIKAN.

Dan Rasul Paulus sudah mengajarkan agar tindakan fasik ini
ditinggalkan.
Titus 2 : 12 :
Ia mendidik kita supaya KITA MENINGGALKAN KEFASIKAN DAN KEINGINAN-
KEINGINA DUNIAWI dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah
di dalam dunia sekarang ini

Apa itu keinginan duniawi?
Ya antara lain adalah kawin mawin sebanyak-banyaknya, bebas menggauli
budak-budak, merampok, membunuh, memfitnah, curiga, tidak mau
memaafkan dll.

7. AMIR BIN JIHASY BIN KAAB (PEMBUNUHAN KARENA CURIGA – 1)
Dikisahkan bahwa sat Muhammad SAW mengunjungi bani Nadhir, seorang
dari mereka yaitu Amir bin Jihasy bin Kaab BERMAKSUD menjatuhkan batu
keatas Muhammad SAW saat sedang duduk.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 270
Rasulullah duduk disebelah dinding rumah salah seorang diantara
mereka pada saat itu. Amir bin Jihasy bin Kaab mengajukan diri untuk
melakukannya dan NAIK KE ATAS UNTUK MENJATUHKAN BATUNYA. Ketika
rasulullah sedang berada bersama sejumlah pengikutnya yang
diantaranya adalah Abu Bakar, Umar dan Ali, DATANGLAH KABAR UNTUKNYA
DARI SURGA mengenai orang-orang yang dimaksud dan kemudian beliau
berdiri dan berkata kepada rombongannya, “Jangan kemana-mana sampai
aku kembali kesini lagi”. Dan beliau kembali ke Madinah.

Jadi Muhammad SAW mendapatkan pemberitahuan dari langit bahwa Amir
bin Jihasy akan membunuhnya. TUDUHAN YANG TIDAK PERNAH DIBUKTIKAN.
Bahkan sahabat-sahabat Muhammad sendiri tidak mengetahui alasan
Muhammad SAW meninggalkan mereka di bani Nadhir.

Sumber :
Ibid, halman 270 – 271
Ketika para sahabat itu merasa telah lama menunggu Rasulullah, maka
BANGKITLAH MEREKA UNTUK MENCARINYA dan menjumpai seseorang yang baru
tiba dari Medinah dan menanyakan kepadanya mengenai beliau.
Dikatakannya bahwa dia telah melihat beliau masuk Madinah, dan
berangkatlah mereka, dan ketika mereka menemukan beliau, oleh
Rasulullah MEREKA DIBERITAHU tentang penghianatan orang-orang Yahudi
(cat : bani Nadhir) yang ditujukan pada beliau. Rasulullah
memerintahkan mereka untuk menyiapkan diri untuk berperang …. Untuk
mendatangi mereka.

Bani Nadhir yang memang tidak memiliki kekuatan bersenjata, akhirnya
menyerah dan harus merelakan hartanya dirampok oleh Muhammad SAW.

Sumber :
Ibid, halaman 271
Mereka meninggalkan harta bendanya kepada Rasulullah yang dapat
digunakan menurut kehendak dan kebijakan beliau.

Namun Muhammad tidak dapat melupakan dendam pribadinya karena pernah
MERASA AKAN dilempar batu oleh Amir bin Jihasy, dan hukuman matilah
yang dijatuhkan.

Sumber :
Ibid, halaman 272
Salah seorang keluarga Yamin mengatakan kepada saya bahwa Rasulullah
mengatakan kepada Yamin, “Pernahkan kamu melihat bagaimana sepupumu
menerimaku dan apakah yang ingin dia lakukan ?”. Maka kemudian Yamin
memberi uang kepada seseorang dan menyuruhnya membunuh Amir bin
Jihasy dan diapun membunuhnya.

Luar biasa, nyawa seseorang harus melayang KARENA KECURIGAAN MUHAMMAD
SAW yang MERASA akan ditimpa batu. Kecurigaan yang tidak pernah
diklarifikasi dan dibuktikan.
Melihat dari kisah diatas sangat mungkin bahwa Muhammad SAW memang
MENYEBAR FITNAH bahwa dia akan ditimpa batu oleh Amir bin Jihasy agar
mendapatkan legitimasi untuk menyerang dan merampok kekayaan bani
Nadhir.

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN
Apa yang dikatakan tentang fitnah.
QS 68 : 10 – 11 :
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang BANYAK BERSUMPAH lagi
hina,
yang banyak mencela, yang kian ke mari MENGHAMBUR FITNAH

Ayat diatas tampaknya mengena bagi Muhammad SAW karena beliau sendiri
gemar bersumpah.

Sumber :
Sejarah Hidup Muhammad SAW
Muhammad Husain Haekal
Bagian keenambelas : Pengaruh Uhud
Tetapi Muhammad jadi marah karena sikap lemah dan mau surut itu. IA
BERSUMPAH mengatakan kepada mereka, bahwa ia akan pergi juga ke Badr
walaupun seorang diri.

Begitupula saat Muhamamad SAW bersumpah kepada istri-istrinya dan
kemudian harus dibatalkan dengan bantuan ayat Al-Qur’an.

Sumber :
Ibid
Bagian keduapuluh enam : Ibrahim dan Istri-Istri Nabi
Muhammad segera menyadari bahwa rasa cemburulah yang telah mendorong
Hafsha menyatakan apa yang telah disaksikannya itu serta
membicarakannya kembali dengan Aisyah atau isteri-isterinya yang
lain. Dengan maksud hendak menyenangkan perasaan Hafsha, ia bermaksud
HENDAK BERSUMPAH MENGHARAMKAN MARIA BUAT DIRINYA kalau Hafsha tidak
akan menceritakan apa yang telah disaksikannya itu.
………….
Ia pergi ke mesjid, dan dengan suara keras ia berkata kepada
mereka: “Rasulullah – s.a.w. – tidak menceraikan isterinya.”
Sehubungan dengan peristiwa inilah ayat-ayat suci ini turun:

“Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan sesuatu yang oleh Tuhan
dihalalkan untukmu; hanya karena engkau ingin memenuhi segala yang
disenangi para isterimu? Dan Allah jua Maha Pengampun dan Penyayang.
Tuhan telah MEWAJIBKAN KAMU MELEPASKAN SUMPAH KAMU ITU. Dan Tuhan jua
Pelindungmu, Dia mengetahui dan Bijaksana.”

8. SEORANG YANG TIDAK DIKENAL (PEMBUNUHAN KARENA CURIGA – 2)

Tampaknya Muhammad SAW memang memiliki tingkat kecurigaan yang sangat
tinggi. Kisah berikut ini membuktikan dimana nyawa seseorang sungguh
tidak berarti dimata Muhammad SAW.

Sumber :
Bukhari Volume 4, Buku 52, Nomor 286:
Dikisahkan oleh Salama bin Al-Akwa :
Seorang mata-mata kafir datang kepada Rasulullah saat dalam satu
perjalanannya. Mata-mata tersebut duduk bersama sahabat-sahabat nabi
dan bercakap-cakap kemudian pergi. Rasulullah berkata kepada sahabat-
sahabatnya, “KEJAR ORANG TADI DAN BUNUH DIA”. Maka aku membunuhnya.

Bahkan siapa nama orang yang dituduh mata-mata itupun tidak
diketahui. Tidak juga ada usaha klarifikasi atas tuduhan Muhammad
SAW.
Betapa tidak berharganya nyawa orang tersebut. Tidakkah terpikir
bagaimana nasib istri dan anak-anaknya?

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah berikut yaitu agar tidak
kebanyakan purba sangka.
QS 49 : 12 :
Hai orang-orang yang beriman, JAUHILAH KEBANYAKAN PURBA-SANGKA
(kecurigaan) , karena sebagian dari purba-sangka itu DOSA

9. ABU AFAK (PEMBUNUHAN KARENA SYAIR)
Salah satu pembunuhan yang paling tidak pandang bulu adalah
pembunuhan seorang KAKEK TUA RENTA YANG TELAH BERUMUR 120 TAHUN yaitu
Abu Afak hanya karena Abu Afak menuliskan syair mengecam Muhammad
SAW.

Sumber
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 233 – 234
Abu Afak adalah salah seorang dari bani Amr bin Auf dari kelompok
bani Ubaidah. Dia menunjukkan kemunafikannya ketika Rasulullah
membunuh Harits bin Suwaid bin Samit dan berkata :

Aku telah hidup lama tetapi aku tidak pernah menemui
Sebuah kelompok atau perkumpulan orang
Yang lebih setia kepada tanggungjawab mereka
Dan sekutu-sekutu mereka ketika memanggil mereka
Daripada keturunan Qaila ketika mereka sedang berkumpul
Orang-orang yang melempar gunung dan tidak pernah menyerah
Penunggang kuda yang datang kepada mereka memecah mereka menjadi dua
(mengtakan)
“Izinkan”, “Jangan izinkan” segala amalan dan tindakan
Jika engkau percaya akan kejayaan atau kerajaan
Engkau akan mengikuti Tuba

Rasulullah berkata, “SIAPA YANG BERSEDIA MEMBUAT PERHITUNGAN DENGAN
BAJINGAN INI UNTUKKU?” Kemudian Salim bin Umair dari bani Amr bin Auf
salah satu dari para penangis berangkat dan membunuh dia………

Atau menurut sumber kuno berikut :
Kitab Al Tabaqat Al Kabir Volume 2,
Ibn Sa`d, halaman 32 :
(terjemahan oleh sdr. Nomind)
Kemudian terjadi serangan (“sariyyah”) oleh Salim Ibn Umayr al-Amri
terhadap Abu Adak, orang Yahudi pada (bulan) Shawwal dipermulaan dari
bulan ke duapuluh dari hijrah Rasulullah. Abu Afak adalah dari Bani
Amr Ibn Awf dan seorang yang sudah tua yang telah mencapai umur 120
tahun. Dia seorang Yahudi, dan dulunya pernah menghasut orang-orang
untuk menentang Rasulullah, dan menyusun bait-bait puisi yang
bersifat menyindir (Muhammad).
Salim Ibn Umayr yang adalah salah seorang yang paling berduka yang
berpartisipasi dalam perang Badr berkata, “Saya bersumpah bahwa saya
harus membunuh abu Afak atau mati dihadapannya. ” Dia menunggu
kesempatannya sampai suata malam yang panas datang, dan Abu Afak
tidur di ruang terbuka. Salim Ibn Umayr mengetahui hal ini, sehingga
dia MENUSUKKAN PEDANGNYA PADA HATI ABU AFAK DAN MENEKANNYA SAMPAI
TEMBUS KE KASURNYA. Musuh Allah berteriak dan orang-orang yang
menjadi pengikutnya segera datang kepadanya, membawa dia ke rumahnya
dan menguburkannya. .

Abu Afak menuliskan syair-syairnya di Medinah yang mengkritisi
Muhammad SAW. Abu Afak menilai bahwa pengajaran Muhammad SAW sering
diubah-ubah, tercermin dari kritikannya “Izinkan” dan “Jangan
izinkan”. Selain itu Abu Afak menyerukan untuk mengikuti Tuba yang
adalah seorang raja dari Yaman yang beragama Yahudi.
Namun tidak ada satu catatanpun dimana Abu Afak membujuk kaumnya
untuk melakukan kekerasan fisik terhadap Muhammad SAW. Seorang yang
berumur 120 tahun, sudah barang tentu bukanlah ancaman bagi Muhammad
SAW secara fisik.
Namun karena Abu Afak telah berani mengkritik Muhammad SAW dan karena
dia adalah keturunan Yahudi, maka nasib sudah ditentukan yaitu Abu
Afak harus mati apapun penyebabnya.

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN
Tampaknya bagi Muhammad SAW membunuh seorang kakek tua renta yang
sudah ompong hanyalah hal kecil saja dan tidak ada artinya.
Kekejian ini bisa jadi adalah inspirasi dari syaitan sesuai
peringatan ayat berikut :
QS 2 : 169 :
Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji,
dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.

10. ASMA BINTI MARWAN (NASIB MUNIR WANITA)

(by Nomind)
Begitulah yang terjadi sesudah pembunuhan Abu Afak yang tua renta
yang sudah tidak bergigi itu. Asma bint Marwan menyuarakan
ketidakpuasan atas kekejaman dan ketidakadilan Muhammad dalam
memerintahkan pembunuhan Abu Afak. Karena berani mempertanyakan
perbuatan keji Muhammad, nyawa Asma bint Marwan pun melayang sia-sia
tanpa bekas. Kambing pun tidak akan peduli, begitulah kira-kira
pernyataan Muhammad setelah Asma dibunuh.

Sumber
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 2, halaman 233 – 234
Asma adalah dari bani Umayyah bin Zaid. Ketika Abu Afak terbunuh dia
menunjukkan kemunafikannya. Abdullah bin Harits bin Fudail dari
ayahnya mengatakan bahwa di dinikahi seseorang dari bani Khatma yang
bernama Yazid bin Zaid. Dia mencaci-maki Islam dan para pengikutnya
dengan mengatakan :
Aku memangdang rendah Bani Malik dan Al Nabit
Dan auf dan bani Khazeaj
Engkau mematuhi orang asing yang bukan golonganmu
Dia bukan Murad atau Madhhij
Apakah yang engkau harapkan darinya setelah kematian pemimpinmu
Seperti orang yang kelaparan yang menantikan kaldu
Tidak adakah orang yang berani menyerang dia dengan kejutan
Dan mematahkan harapan mereka yang menantikan sesuatu darinya
……….
Ketika Rasulullah mendengar apa yang dia katakan, beliau
berkata, “SIAPA YANG AKAN BERANGKAT UNTUK MEMBEBASKAN AKU DARI PUTRI
MARWAN ITU?” Umair bin Adiy al Khatami yang saat bersama beliau
mendengarnya dan pada tengah malam dia pergi kerumah Asma dan
membunuhnya. Dia menemui Rasulullah esok harinya dan menceritakan
kepada beliau apa yang telah terjadi dan beliau berkata, “Wahai
Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasulullah”. Ketika dia
berkata bagaimana jika dia mendapat ancamanatau akibat buruk, beliau
menjawab, “dua ekor kambing tidak akan menandukkan kepala mereka
karena kematiannya” .
……..

Atau sumber kuno berikut :
Kitab al-Tabaqat al-Kabir, terjemahan S. Moinul Haq, Vol. 2, hal. 31
Ibn Sa’d
(terjemahan Nomind)

SERANGAN (SARIYYAH) UMAYR IBN ADI
Kemudian terjadilah serangan (sariyyah) Umayr ibn Adi Ibn Kharashah
al-Khatmi terhadap Asma Bint Marwan dari Bani Umayyah Ibn Zayd,
ketika lima malam sebelum bulan suci Ramadhan, dipermulaan bulan
keduapuluh sejak hijrah Rasulullah. Asma adalah isteri Yazid Ibn Zayd
Ibn Hisn al-Khatmi. Dia sebelumnya pernah mencerca Islam, menyakiti
hati nabi (Muhammad) dan mempengaruhi orang-orang menentang dia. Dia
membuat bait-bait puisi. UMAYR IBN ADI MENDATANGINYA PADA MALAM HARI
DAN MASUK KE RUMAHNYA. ANAK-ANAKNYA SEDANG TIDUR DI SEKITARNYA. ADA
SATU YANG SEDANG DIA SUSUI. DIA (UMAYR) MENCARINYA DENGAN TANGANYA
KARENA DIA BUTA, DAN MEMISAHKAN ANAK ITU DARINYA. DIA MENGHUJAMKAN
PEDANGNYA DI DADANYA HINGGA TEMBUS KE PUNGGUNGNYA. Kemudian dia
melakukan sholat pagi bersama dengan nabi (Muhammad) di al-Madina.
Rasulullah bersabda padanya: “Apakah kamu sudah membantai anak
perempuan Marwan?” Dia berkata: “Sudah. Apakah adalah hal lain yang
perlu saya lakukan?” Dia (Muhammad) bersabda: “Tidak ada. DUA KAMBING
TIDAK AKAN MENGADU KEPALA MENGENAI DIA (Asma).” Inilah adalah kata-
kata yang pertama kali didengar dari Rasulullah. Rasulullah memberi
julukan kepadanya Umayr, “basir” (yang melihat).

(by Nomind)
Lagi-lagi suatu pembunuhan keji dan pengecut yang dilakukan oleh
pengikut setia Muhammad. Pembunuhan terhadap Abu Afak dan Asma bint
Marwan dilakukan dengan sangat pengecut secara diam-diam pada malam
hari saat korban sedang tidur lelap. Pembunuhan Asma seorang WANITA
YANG SEDANG MENYUSUI ANAKNYA YANG MASIH BALITA adalah sangat kejam.
Hanya karena puisinya dan pembelaannya atas kematian Abu Afak yang
tua renta, Asma dihabisi oleh Muhammad secara kejam dan keji. Begitu
teganya Muhammad menghabisi nyawa seorang perempuan tak berdaya yang
mempunyai lima anak dan satu diantaranya masih menyusui. Bisa
dibayangkan penderitaan keluarga Asma.
Yang lebih parah lagi, Muhammad mengatakan bahwa kambingpun tidak
akan beradu kepala mengenai hal ini. Yang artinya tidak akan ada yang
peduli. Memang Muhammad dan pengiktunya tidaklah akan peduli, tapi
lima anak Asma yang masih kecil dan keluraganya tentunya sangat
peduli

Asma yang memprotes pembunuhan adalah gambaran seorang pembela HAM
seperti MUNIR. Dan karena memprotes pembunuhan makanya Asma harus
disingkirkan. Betapa miripnya dengan nasib Munir yang memprotes
penghilangan aktivis, hidupnya harus berakhir tewas dibunuh dengan
diracun

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN :
Lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah Al-Qur’an yang menyuruh
untuk memberikan harta bagi anak-anak yatim. Bukannya mengasihi anak
yatim, Muhammad SAW justru membuat anak-anak menjadi yatim. Ironis
sekali.
QS 2 : 177 :
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi sesungguhnya KEBAJIKAN ITU IALAH beriman
kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-
nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, ANAK-
ANAK YATIM,

11. ABDULLAH BIN KHATAL (NASIB ORANG YANG BERPALING DARI ISLAM – 1)

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 54 – 55
Seorang lagi yang harus dibunuh adalah Abdullah bin Khatal dari bani
Taim bin Ghalib. Dia pernah menjadi muslim dan diutus Rasulullah
untuk mengumpulkan zakat bersama seorang Anshar dengan dibantu
seorang bekas budak yang telah merdeka. Ketika mereka beristirahat,
Abdullah memerintahkan si bekas budak itu untuk menyembelih kambing
dan memasaknya lalu dia menunggunya sambil tidur. Ketika bangun
perintahnya ternyata belum dilaksanakan, maka bekas budak itu
dibunuhnya dan lalu DIA MENJADI KAFIR……… Abdullah bin Khatal dibunuh
oleh Said bin Huraits al Makhzumi dan Abu Barzah al Aslami

Atau menurut sumber hadis berikut :
Sahih Bukhari, volume 5 nomor 582 :
Dikisahkan oleh Anas bin Malik :
Pada hari penaklukan, Rasulullah memasuki Mekah, menggunakan penutup
kepala. Ketika Rasulullah melepas penutup kepalanya, seseorang datang
dan berkata, “Ibn Khatal sedang memanjat dinding Kabah”. RASULULLAH
BERKATA, “BUNUH DIA!”

Ibn Khatal akhirnya dibunuh di Kabah..

Sumber :
Kitab al Tabaqat al Kabir, volume 2, halaman 174 :
Ibn Sa’d
Sungguh, Rasullah memerintahkan pengikutnya pada hari kemenangan
untuk membunuh Ibn Abi Sarh, Fartana Ibn al-Zibr’ra and Ibn Khatal.
Abu Barzah datang dan melihat [B]Ibn Khatal memegang erat dinding
Kabah. ABU BARZAH KEMUDIAN MEROBEK PERUT IBN KHATAL.[/B]

Ibn Khatal dibunuh tampaknya karena dia berpaling dari Islam.
Itulah hukuman bagi orang yang pindah agama dari Islam, bunuh!!

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN
Ibn Khatal telah berusaha untuk berlindung di Kabah, namun tetap
dibunuh oleh pengikut Muhammad SAW, padahal katanya Kabah adalah
tempat yang diberkahi dan siapapun yang memasukinya akan menjadi
aman.
QS 3 : 96 – 97 :
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat)
manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang DIBERKAHI dan
menjadi petunjuk bagi semua manusia [214]. Padanya terdapat tanda-
tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim [215]; BARANGSIAPA
MEMASUKINYA (BAITULLAH ITU) MENJADI AMANLAH DIA

Dengan perintah pembunuhan ini maka Muhammad SAW TELAH MENGINGKARI AL-
QUR’ANNYA SENDIRI dan menjadikan apa yang ditulis oleh ALQUR’AN
SALAH.

12. MIQYAS BIN HUBABAH (NASIB ORANG YANG BERPALING DARI ISLAM – 2)

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 54, 55
Rasulullah telah memerintahkan semua komandan pasukannya untuk hanya
menyerang mereka yang melawan, kecuali beberapa orang yang beliau
perintahkan untuk dibunuh ……. Kemudian juga Miqyas bin Hubabah yang
pernah membunuh seorang Anshar yang membunuh saudaranya secara tidak
sengaja, dan setelah itu KEMBALI KEPADA QURAISH SEBAGAI KAFIR ………
sedangkan Miqyas dibunuh oleh Numailah bin Abdullah, seorang
pengikutnya sendiri. Saudara perempuan Miqyas berturur :
Demi hidupku, Numaila telah membuat malu kaumnya
Dan mengejutkan orang-orang dikala dia membunuh Miqyas
Siapapun pasti pernah menemui seorang seperti Miqyas
YANG MENYEDIAKAN MAKANAN BAGI PARA IBU MUDA DISAAT-SAAT SULIT.

Miqyas adalah seorang yang murah hati, dia menyediakan makanan bagi
para ibu muda dikala sulit. Namun karena DIA TELAH BERPALING DARI
ISLAM MAKA NASIBNYA SUDAH JELAS, HARUS DIBUNUH.

13. FARTANAH (KISAH SEDIH SEORANG BIDUANITA)
Bahkan seorang budak wanita yang hanya bisa menyanyipun tidak luput
dari perintah pembunuhan.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 55
Beliau juga memerintahkan untuk MEMBUNUH DUA PENYANYI WANITA MILIK
ABDULLAH, salah satunya bernama Fartanah, karena mereka biasa
menyanyikan lagu sindiran terhadap Rasulullah…… Sedangkan dua orang
penyanyi Ibn Khatal, SEORANG TELAH DIBUNUH dan seorang lagi melarikan
diri sampai kemudian dia meminta ampunan kepada Rasulullah dan
dikabulkan.

Luar biasa, apa yang dimiliki oleh budak wanita yang bernama Fartana
itu?.
Kekayaan?? Tidak!
Kekuatan?? Tidak!
Pasukan??? Tidak!
Apakah Fartana merupakan ancaman bagi Muhammad SAW???? Tidak!

Seorang budak wanita yang miskin harus dibunuh karena pernah menyanyi
lagu yang membuat Muhammad SAW tersinggung.

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN
Terlihat bagaimana lagi-lagi Muhammad SAW melanggar perintah untuk
memperlakukan kaum miskin.
QS 4 : 8 :
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat [270], anak yatim dan
ORANG MISKIN, MAKA BERILAH MEREKA DARI HARTA ITU [271] (sekedarnya)
dan ucapkanlah kepada mereka PERKATAAN YANG BAIK.

Jadi bukannya santunan dan perkataan baik yang diterima Fartana,
melainkan perkataan “BUNUH” yang dia terima.

Dimana rasa memaafkan orang tidak berdaya itu??
Sementara Muhammad SAW sendiri mengajarkan dalam ayat Al-Qur’an untuk
memaafkan :
QS 4 : 149 :
Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau
MEMAAFKAN SESUATU KESALAHAN (ORANG LAIN), maka sesungguhnya Allah
Maha Pema’af lagi Maha Kuasa.

KOMENTAR DARI ALKITAB
Bandingkan dengan pengajaran Rasul Paulus yang dengan keji dituduh
Rasul Palsu oleh muslim.
Kolose 3 : 11 :
dalam hal ini TIADA LAGI orang Yunani atau orang Yahudi, orang
bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, BUDAK
ATAU ORANG MERDEKA, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala
sesuatu.

Seorang Rasul yang dituduh palsu saja bisa menganggap BUDAK ADALAH
SAMA BERHARGANYA DALAM KASIH KRISTUS dan rasul Paulus setelah
bertobat tidak pernah memerintahkan pembunuhan seorang budakpun.

14. HUWAIRITS BIN NUQAITS (ANAK JATUH, NYAWA MELAYANG)

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 55
Juga ada Huwairits bin Nuqaits bin Wahab binAbdul bin Qusayi YANG
DIBUNUH karena sering menghina Rasulullah di Mekah.

Apa penghinaan yang dilakukan Huwairits?.

Ibid, halaman 357
Menurut catatan Ibn Hisham no. 804 :
Pada suatu hari Abbas menaikkan Fatimah dan Ummi Khultum dua putrid
Rasulullah pada seekor unta untuk membawa mereka dari Mekah menuju
Madinah dan tiba-tiba al-Huwairits menghalau unta itu sehingga
Fatimah dan Umi Kulhum terlempar dan jatuh dari atas unta itu.

Jadi hanya karena kedua putrid Muhammad SAW terjatuh dari unta maka
Huwairits harus dibunuh. Padahal bisa saja Huwairits tidak sengaja
menghalau unta tersebut, atau bahkan mungkin kedua putri Muhammad SAW
tidak berpegangan dengan kencang sehingga terjatuh. Jadi karena anak
terjatuh, orang lain harus dibunuh.

15. SARAH (PENGANTAR SURAT YANG MALANG)

SARAH JUGA SEORANG BEKAS BUDAK YANG TIDAK MEMILIKI KEKUATAN APAPUN.
Dia pernah membawa surat yang memperingatkan Quraish bahwa Muhammad
hendak menyerbu Mekah.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, halaman 46 – 47
….. ketika Rasulullah memutuskan untuk menyerbu Mekah, Hatib bin abu
Balta’ah menulis sebuah surat kepada Quraish mengatakan kepada mereka
bahwa Rasulullah bermaksud mendatangi mereka. Dia memberikan surat
tersebut kepada seorang wanita ….. adalah Sarah, seorang bekas
budak……. Wanita tersebut menyembunyikan surat tersebut diatas
kepalanya. Rasulullah mendapatkan kabar dari langit tentang apa yang
telah dilakukan Hatib dan saat itu juga mengutus Ali dan Zubair bin
Awwam untuk mengejar wanita itu…… Merasa terdesak akhirnya wanita itu
mengeluarkan surat tersebut dan memberikannya kepada Ali dan kemudian
memberikannya kepada Rasulullah ….

Sarah tampaknya berhasil menyelamatkan dirinya. Namun vonis mati
tampaknya memang sudah diberikan dan akhirnya dilaksanakan pada saat
Umar berkuasa.

Sumber :
Ibid,halaman 56 :
Sementara itu Sarah yang hidup hingga masa kepemimpinan UMAR, DIA
DIBUNUH oleh seorang prajurit di satu lembah di Mekah.

Bahkan hingga Muhammad SAW meninggalpun tampaknya hukuman mati kepada
Sarah tidak dicabut. Bayangkan Sarah yang miskin, seorang diri dan
terlunta-lunta bersembunyi pada akhirnya harus juga menerima
kematiannya.

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN
Tampaknya ayat berikut ini berlalu bagitu saja :
QS 2 : 177 :
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi sesungguhnya KEBAJIKAN ITU IALAH beriman
kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-
nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-
anak yatim, ORANG-ORANG MISKIN, MUSAFIR (YANG MEMERLUKAN PERTOLONGAN)
dan orang-orang yang meminta-minta

Jadi dari penuturan sumber-sumber Islam sendiri terlihat bagaimana
sikap Muhammad SAW terhadap mereka yang pernah “mengkritisi” dirinya.

Terlihat sekali adanya perbedaan sikap antara Muhammad SAW dengan
Rasul Paulus.

1. Muhammad SAW
Pada saat Muhammad SAW belum berkuasa, beliau adalah orang yang tidak
pernah menyakiti orang lain. Namun begitu kekuasaan dan legitimasi
rasul Allah SWT dipegangnya, tindakan balas dendam berupa pembunuhan-
pembunuhanlah yang dilakukannya.

2. Rasul Paulus
Pada waktu belum menjadi rasul, beliau adalah orang yang kejam yang
bermaksud menganiaya orang-orang Kristen. Namun begitu berjumpa
dengan Yesus Kristus semua kekerasan dalam dirinya lenyap dan
berganti dengan kasih dan pengajaran.

Ironi paling besar adalah bagaimana SIKAP MUNAFIK yang
diperlihatkan :
Perintah-perintah Al-qur’an yang jelas dan gamblang yang DIKLAIM
DIHAFAL LUAR KEPALA OLEH RIBUAN MUSLIM sahabat-sahabat Muhammad SAW
ternyata dilanggar begitu saja.

Perintah datang kepada Muhamamad SAW, dan Muhammad SAW sendirilah
yang mendustakan perintah tersebut. Dan menyedihkannya karena menurut
Al-Qur’an, sikap seperti ini diganjar menjadi PENGHUNI NERAKA
JAHANAM.

QS 29 : 68 :
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-
adakan kedustaan terhadap Allah atau MENDUSTAKAN YANG HAK [1160]
TATKALA YANG HAK ITU DATANG KEPADANYA? BUKANKAH DALAM NERAKA JAHANNAM
itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?

Atau jangan-jangan ayat-ayat tentang memaafkan itu dikarang kemudian
setelah Muhammad SAW meninggal?? Mungkin saja.

__._,_.___

Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic

Messages | Files | Photos | Polls | Calendar

Redaksi http://www.pustakalewi.net menerima sumbangan berupa berita lokal, nasional maupun internasional, artikel, humor seputar kekristenan, agenda kegiatan maupun liputan serta profil gereja atau lembaga-lembaga kristen yayasan, ormas, sekolah, persekutuan), kesaksian, renungan dan semua informasi interdenominasi maupun hubungan gereja dengan masyarakat dan negara, dapat dikirimkan ke toga_sidauruk@yahoo.com.

Kabarkan & Ajaklah seluruh kerabat seiman untuk dapat berbagi informasi dan berinteraksi bersama di Perhimpunan pustakalewi : http://groups.yahoo.com/group/pustakalewi/join

Yahoo! Groups
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

Recent Activity

· 2

New Members

· 1

New Files

Visit Your Group

Yahoo! News

Get it all here

Breaking news to

entertainment news

Learn to live

a full life with these

healthy living

groups on Yahoo!

Moderator Central

Yahoo! Groups

Get the latest news

from the team.

.

__,_._,___

Bila anda belum membaca alkitab maka bacalah sekarang karena itulah Firman Tuhan yang Maha Agung


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: