Orang Yahudi Amerika Utara dan Selatan

29 01 2009

Januari 2009, Vol.12 No.04
______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
PROFIL BANGSA: Orang Yahudi Amerika Utara dan Selatan
SUMBER MISI: Bajio Christian Mission
TOKOH MISI: A.W. Tozer (1897 — 1963)
DOA BAGI MISI DUNIA: Kolombia, Cina
DOA BAGI INDONESIA : Banjir Melanda Banyak Wilayah di Indonesia
______________________________________________________________________

ALL WHO ARE BORN OF GOD SHOULD DEVELOP A LIKENESS TO THE FATHER
______________________________________________________________________
EDITORIAL

Shalom,

Mengenal lebih dekat sekelompok orang atau bangsa tertentu merupakan
sebuah pengalaman unik. Karena selain menambah wawasan dan
pengetahuan, mengenal mereka juga merupakan sarana bagi kita untuk
menjalankan Amanat Agung, yaitu memenangkan semua bangsa, di mana
pun mereka berada, bagi Kristus. Orang Yahudi, khususnya yang
tinggal di Amerika Utara dan Selatan, adalah salah satu dari sekian
banyak etnik di dunia yang memiliki keunikan tersendiri. Selain
dikenal sebagai kaum cendekiawan, dalam sejarah Alkitab pun bangsa
ini disebut sebagai nenek moyang bangsa Israel. Sebenarnya, apa yang
menjadi kelebihan dari bangsa ini? Seperti apakah kehidupan mereka?
Apa yang menjadi kepercayaan mereka? Apa yang menjadi kebutuhan
mereka dan apa yang perlu kita doakan untuk mereka? Untuk mengetahui
jawabannya, silakan Anda membaca sajian e-JEMMi minggu ini.

Selamat membaca.

Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti

______________________________________________________________________
PROFIL BANGSA

ORANG YAHUDI AMERIKA UTARA DAN SELATAN

Orang Yahudi mewakili agama monoteis tertua era modern. Karena
keunikan-keunikan sejarah dan budaya mereka, orang Yahudi memiliki
identitas yang kuat. Penganiayaan dan diskriminasi terhadap mereka
mengakibatkan orang Yahudi bermigrasi dan menetap di seluruh penjuru
dunia.

Meskipun mereka menganut budaya dan agama yang sama, orang Yahudi di
Amerika Utara dan Amerika Selatan memiliki gaya hidup yang berbeda.
Komunitas Yahudi di Amerika Selatan mulai terbentuk dari Konversos
(orang-orang Yahudi yang dipaksa mengikuti ajaran Katolik) yang
menemani para penjelajah Spanyol dan Portugis. Akan tetapi, sebagian
besar imigran Yahudi di Amerika datang dari Eropa Tengah, Eropa
Timur, serta Timur Tengah pada akhir tahun 1800-an. Meskipun
sebagian besar berbahasa Inggris atau Spanyol, dialek khas orang
Yahudi yang lain masih tetap digunakan. Yiddish, dialek Jerman
dengan unsur Ibrani, menjadi bahasa pergaulan keturunan orang Eropa,
sementara Ladino, campuran bahasa Spanyol dan bahasa Ibrani, sering
digunakan oleh para keturunan Spanyol. Bahasa Ibrani adalah bahasa
yang digunakan dalam doa bagi kebanyakan orang-orang Yahudi
Ortodoks.

SEPERTI APAKAH KEHIDUPAN MEREKA?

Di Amerika Utara, sebagian besar orang Yahudi tinggal di daerah kota
di pesisir timur atau barat. New York mengayomi populasi orang
Yahudi terbanyak di Amerika Utara, dengan lebih dari setengah juta
orang Yahudi Hassidic saja. Di Amerika Selatan, mereka juga tinggal
di kota, namun tetap memelihara status mereka sebagai etnik
minoritas dengan agama yang berbeda.

Sementara mempertahankan identitas Yahudinya, mayoritas orang Yahudi
Amerika Utara menyesuaikan diri dengan budaya Amerika. “Keyahudian”
sering ditunjukkan terutama dalam situasi-situasi sekuler, seperti
penggunaan bahasa Yiddish dan tradisi keluarga, ketimbang di bidang
keagamaan, seperti mengikuti hukum orang Yahudi perihal pembatasan
menu makan.

Tidak semua orang Yahudi religius. Beberapa orang menganggap
keyahudian mereka hanya sebagai identitas sosial dan budaya. Sejak
kecil, mereka sudah tahu apa artinya menjadi orang Yahudi. Pemahaman
itu didapat di rumah melalui penyampaian cerita dan dengan terlibat
dalam ritual-ritual dan upacara-upacara Yahudi, seperti Rosh
Hashanah (Tahun Baru), Yom Kippur (Hari Pengampunan Dosa), dan
Paskah. Proses sosialisasi juga terjadi melalui keterlibatan dalam
sekolah Ibrani atau sinagoge pemuda.

Pada usia 13 tahun, upacara Bar Mitzvah untuk anak laki-laki (atau
Bar Mitzvah untuk anak perempuan) merupakan tata cara upacara
penting, yang menandai masuknya anak itu menjadi anggota dewasa
dalam masyarakat. Walaupun pada masa lampau upacara tersebut lebih
spiritual sifatnya, upacara tersebut kini menjadi sama pentingnya
dengan kegiatan sosial.

Perkawinan dan hubungan keluarga di antara orang Yahudi hampir sama
dengan orang Amerika. Meski orang Yahudi memiliki sedikit anak,
mereka sangat memerhatikan anak, baik hati, dan memberi banyak
kebebasan. Walaupun para istri biasanya menggunakan nama keluarga
suami mereka, identitas orang Yahudi diurutkan dari pihak ibu.
Artinya, jika seorang anak memiliki ibu seorang Yahudi, maka menurut
hukum Yahudi, dia adalah orang Yahudi. Dia memiliki segala hak dan
hak istimewa yang dibawa statusnya, termasuk hak untuk bermigrasi ke
Israel dan menetap menjadi penduduk di sana.

Orang Yahudi Amerika Utara dan Selatan sebagian besar berdagang dan
bekerja dalam bidang profesi. Mereka sangat baik dalam usaha kecil
dan menengah, industri komunikasi dan hiburan, obat-obatan, hukum,
dan akuntansi. Di Amerika Selatan, para eksekutif Yahudi betul-betul
berhasil. Meskipun demikian, semakin berhasil para eksekutif Yahudi
di Amerika Selatan, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk
berasimilasi dalam masyarakat Eropa Kristen.

APA KEPERCAYAAN MEREKA?

Bagi orang Yahudi yang religius, Tuhan adalah Yang Mahatinggi,
Pencipta alam semesta, dan Hakim tertinggi bagi manusia. Selain itu,
keyakinan beragama masyarakat Yahudi sangat beragam. Orang Yahudi
Ortodoks pada umumnya mengikuti kepercayaan agama tradisional dan
praktik-praktik yang ditemukan dalam kesusastraan Yahudi, yang
menafsirkan Injil mengenai masalah etika, agama, pemerintahan, dan
kejahatan. Orang Yahudi konservatif kurang tradisional dibandingkan
dengan Ortodoks, dan mereka menggabungkan etika, filosofi, dan
gagasan tentang sekolah rohani yang berbeda. Kaum Yahudi Reform
adalah yang paling liberal dan menafsirkan kepercayaan dan ritual
Yahudi dalam terang hidup dan pikiran kontemporer. Mereka tidak
yakin kalau Hukum Yahudi dinyatakan secara ilahi. Mereka tidak
dibatasi oleh makanan halal (disetujui secara tradisi). Mereka juga
tidak harus memakai peci (yarmulke) ketika berdoa atau menggunakan
bahasa Ibrani dalam doanya. Semua orang Yahudi yang religius percaya
akan datangnya Era Mesianik (Messianic Age), tapi hanya Yahudi
Ortodoks yang mencari pribadi Mesias.

APA YANG MENJADI KEBUTUHAN MEREKA?

Orang Yahudi memiliki pemahaman yang luar biasa tentang keterkaitan
mereka dengan perjanjian Abraham. Namun demikian, mereka juga
memiliki sejarah menolak Yesus Kristus sebagai Mesias, Pribadi yang
menggenapi perjanjian tersebut. Berdoalah supaya ketika Injil
diberitakan, hal itu tidak akan dianggap sebagai antisemitik, tapi
lebih kepada penggenapan janji Allah atas manusia melalui Abraham
berabad-abad yang lalu.

POKOK DOA

1. Mintalah Tuhan yang Empunya tuaian untuk mengirimkan orang-orang
Kristen yang penuh kasih untuk bekerja di tengah-tengah
masyarakat Yahudi.

2. Mintalah agar Roh Kudus memberikan hikmat dan pertolongan kepada
misi yang sasarannya adalah orang Yahudi Amerika Utara dan
Selatan.

3. Berdoalah supaya saat orang Yahudi menonton film tentang Yesus,
mereka bisa memahami bahwa Yesus itulah Mesias yang sudah lama
dinantikan.

4. Mintalah kepada Tuhan untuk melembutkan hati orang Yahudi
terhadap orang Kristen sehingga mereka bisa mendengar dan
menerima berita keselamatan.

5. Berdoalah agar Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya kepada orang
Yahudi melalui mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan.

6. Berdoalah agar Tuhan memberi pertolongan kepada orang-orang
Kristen Yahudi saat mereka menyaksikan iman mereka kepada
bangsanya.

7. Doakan agar Roh Kuduslah yang mengambil alih kekuasaan
pemimpin-pemimpin rohani dan penguasa yang mengikat orang Yahudi.

8. Berdoalah agar gereja-gereja lokal dibangkitkan untuk menarik
masyarakat Yahudi. (t/Setyo)

Bahan diterjemahkan dari sumber:
Nama situs: Joshua Project
Judul asli artikel: Jew of El Salvador
Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.joshuaproject.net/peopctry.php?rop3=109538&rog3=ES

______________________________________________________________________
SUMBER MISI

BAJIO CHRISTIAN MISSION
==> http://bajiochristian.org/
Organisasi Bajio Christian Mission mulai didirikan pada tahun 1972
oleh Bill dan Margy Hoff, pasangan misionaris di Bajio, Meksiko.
Mereka melayani di Queretaro, Meksiko, selama 21 tahun, dan kemudian
pindah ke Pedro Sula, Honduras, pada 1993. Di sana, selain
menggembalakan sebuah gereja berbahasa pengantar Inggris, mereka
juga melatih orang-orang lokal di institut Alkitab yang bernama
Instituto Biblico Cristiano agar mereka dapat mewartakan Injil.
Dalam situsnya, mereka menyematkan beberapa pokok doa yang dapat
Anda doakan. Di antaranya adalah permohonan agar semakin banyak
orang yang masuk ke institut Alkitab itu, sehingga semakin banyak
orang yang dilatih untuk mewartakan Injil dan terlibat dalam usaha
pembangunan dan pengembangan institut Alkitab tersebut. Karena itu,
silakan Anda berkunjung ke alamat URL di atas untuk lebih mengenal
organisasi tersebut serta mendoakannya.

______________________________________________________________________
KESAKSIAN MISI

A.W. TOZER (1897 — 1963)

Aiden William Tozer dilahirkan pada tahun 1897 di salah satu daerah
pertanian di La Jose, Pennsylvania Barat, Amerika. Pendidikan
dasarnya ditempuh di kota kelahirannya, sedangkan pendidikan
menengah ditempuh di Akron, Ohio, karena mengikuti kepindahan orang
tuanya. Tozer pada awalnya tidak pernah peduli terhadap hal-hal
kerohanian. Ia tumbuh sebagai anak nakal, susah diatur, namun rajin
belajar sendiri di rumah, dan sangat mandiri. Itulah sebabnya pada
usia 16 tahun, ia sudah bekerja menjadi buruh di perkebunan Goodyear
Rubber. Ketidakpeduliannya terhadap hal-hal kerohanian membuat
orang-orang sangat terkejut dan tidak menduga bahwa pada usia 17
tahun, Tozer mengambil keputusan untuk bertobat melalui seorang
pengkhotbah jalanan yang mengatakan: “Jika kamu tidak tahu bagaimana
dapat diselamatkan …, panggillah Allah.” Pertobatan tersebut
membawa dampak besar. Kerohaniannya bertumbuh sangat pesat. Ini
terbukti melalui pertemuan-pertemuan doa dan penelaahan Alkitab yang
dipimpinnya setahun setelah pertobatan tersebut. Tozer kemudian
bergabung dengan Gereja Methodis, namun kekurangcocokan dengan
gereja ini membuat dia selanjutnya bergabung dengan The Locus Street
Alliance Church.

Pada usia 21 tahun, Tozer menikah dengan Ada Cecelia Pfauz.
Merupakan berkat luar biasa bagi Tozer, karena selain mendapatkan
Ada, ia juga mendapatkan ibu mertua yang sungguh-sungguh mengasihi
Tuhan dan bisa menuntun kerohaniannya melalui buku-buku rohani yang
dipinjamkan kepada Tozer. Tidak lama setelah pernikahannya, Tozer
bersama istrinya pindah ke West Virginia. Di sana, mereka dan adik
laki-laki istrinya mengadakan pertemuan-pertemuan penginjilan, di
mana banyak orang yang senang mengikuti acara ini, khususnya
mendengarkan khotbah-khotbah penginjilan yang dibawakan Tozer,
sekalipun ia tidak menempuh pendidikan formal di sekolah Alkitab.

Tahun 1924, pada usia 27 tahun, Tozer ditahbiskan sebagai pendeta di
Christian Missionary Church Indianapolis. Berselang 5 tahun
kemudian, Tozer melayani di Southside Alliance Church di Chicago.
Selama masa pelayanannya, melalui karunia-karunia yang Tuhan
percayakan kepadanya, Tozer mampu mengembangkan gereja yang
dilayaninya, sehingga dari delapan puluh anggota jemaat berkembang
menjadi gereja besar dengan jumlah delapan ratus anggota jemaat
dalam kurun waktu hanya 10 tahun. Selain itu, banyak prestasi bisa
diraih Tozer karena ia rajin membaca. Ia melahap segala jenis
bacaan, baik buku-buku rohani maupun buku-buku jenis lainnya.

Tahun 1943, untuk pertama kalinya Tozer menerbitkan tulisannya
sendiri, dan 6 tahun kemudian dipercaya memangku jabatan sebagai
Wakil Presiden Christian and Missionary Alliance. Setahun kemudian,
ia mendapat dua penghargaan sekaligus, yaitu Doctor of Letter dari
Wheaton College dan Doctor of Law dari Houghton College. Tanggal 12
Mei 1963, dalam usia 66 tahun, Tozer kembali pulang ke pangkuan Bapa
di surga dengan meninggalkan kesan mendalam melalui
khotbah-khotbahnya yang penuh kuasa, juga karya-karya tulis, baik
melalui puluhan buku maupun artikel penting lainnya. Salah satunya
adalah dengan menuliskan biografi Robert A. Jaffray dan A.B.
Simpson. Tiga buku lainnya, di antaranya adalah The Pursuit of God,
The Divine Conguest, dan The Knowledge of the Holy (Mengenal yang
Mahakudus — sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia), yang
merupakan buku yang sangat klasik dan sangat terkenal. Selain
menulis buku dan artikel, selama 13 tahun Tozer juga menjadi editor
untuk The Alliance Weekly yang sekarang bernama Alliance Life.

Sekalipun Tozer telah tiada, namun karya-karyanya terus berbicara
pada setiap orang yang ingin mengenal dan memiliki pengalaman dengan
Allah. Selain itu, kesan lain yang muncul ketika mengingat Tozer
adalah kehidupan doanya. Salah seorang penulis biografi menuliskan,
“Tozer lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berlutut daripada di
meja belajarnya.” Sedangkan James L. Snyder, yaitu orang yang
menulis biografi Tozer, menuliskan, “Khotbahnya sama baiknya dengan
tulisan-tulisannya, dan semua itu semata-mata merupakan buah dari
kehidupan doanya.”

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Pekan Misi dan Penginjilan ke-29, Gereja Injili Hok Im
Tong, 2005
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerbit: Gereja Injili Hok Im Tong, Bandung
Halaman: 50 — 51

______________________________________________________________________
DOA BAGI MISI DUNIA

K O L O M B I A
Orang-orang Kristen di Kolombia khawatir akan keberadaan Pendeta
William bersama dengan tiga pendeta lainnya, yang hilang sejak 25
September 2008. William tidak pernah lagi tiba di rumahnya di
Maicao setelah menghadiri sebuah pertemuan. Anggota keluarga dan
teman sepelayanannya khawatir kalau-kalau kelompok bersenjata ilegal
telah membunuhnya, karena sekelompok pendeta sebelumnya telah
menerima ancaman-ancaman dari kelompok sayap kiri Revolutionary
Armed Forced of Colombia (FARC) dan kelompok-kelompok paramiliter
sayap kanan. Kemungkinan lainnya adalah penculikan. Menurut
laporan, bulan lalu, tiga pendeta Kristen dibunuh secara terpisah
di Kolombia. Menurut Pedro Acosta dari Peace Commission of the
Evangelical Council of Colombia, dua orang pendeta meninggal di
sebelah utara wilayah Karibia, Kolombia, dan yang satunya di
Buenaventura di pesisir lautan Pasifik. Menurut bukti yang muncul
baru-baru ini, pembunuhan ini mungkin dilakukan oleh anggota
angkatan bersenjata Kolombia. (t/Novi)
Diterjemahkan dari:
Nama buletin: Body Life, Edisi Desember 2008, Volume 26, No. 12
Nama kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: Colombia: Evangelical Pastors Under Fire
Penerbit: 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 1
Pokok doa:
* Doakan keluarga Pendeta William dan keluarga hamba-hamba Tuhan
lainnya di Kolombia yang diperkirakan menjadi korban penculikan
dan pembunuhan karena iman percaya mereka. Biarlah Tuhan
memberikan penghiburan kepada mereka, dan iman mereka tidak goyah
karena peristiwa tersebut.
* Berdoa untuk umat percaya di Kolombia, agar segala ancaman tidak
mematahkan semangat mereka untuk terus bersaksi tentang kasih
Tuhan. Biarlah Tuhan melindungi dan memberi kekuatan serta
keberanian kepada mereka.
* Berdoa juga untuk kesatuan hati umat percaya di Kolombia, agar
mereka tetap bertekun dalam doa bagi saudara-saudara mereka dan
gereja Tuhan di Kolombia. Doakan juga agar mereka terus berdoa
bagi pemulihan dan lawatan Tuhan bagi Kolombia.

C I N A
Sejak berakhirnya pesta olimpiade Agustus 2008 lalu, ChinaAid telah
menerima laporan meningkatnya penganiayaan terhadap umat beragama di
seluruh Cina. Di Beijing, Pendeta Mingxuan dan anggota keluarganya
diusir dari rumahnya, disiksa, ditahan, dan baru saja dilepaskan
setelah ada tekanan dari organisasi internasional. Baru-baru ini,
di provinsi Heilongjian, di suatu kota bernama Yichun, keberadaan
semua gereja rumah dilarang. Di provinsi Yunnan, beberapa gereja
rumah diserang tak lama setelah olimpiade berakhir. Di provinsi
Shandong, Pendeta Zhang divonis 2 tahun untuk bekerja bagi
pemerintah Cina, dan setelah olimpiade, usaha bandingnya ditolak.
ChinaAid juga telah mengetahui bahwa 29 pemimpin gereja rumah
dihukum bekerja di camp-camp dan penjara-penjara di provinsi Henan
sejak bulan Juli 2007, dengan tuduhan “pemujaan setan”.
(t/Novi)
Diterjemahkan dari:
Nama buletin: Body Life, Edisi Desember 2008, Volume 26, No. 12
Nama kolom: World Christian Report
Judul asli artikel: China: Persecution Intensifies After Olympics
Penerbit: 120 Fellowship Adult Class at Lake Avenue Church, Pasadena
Halaman: 3
Pokok doa:
* Berdoa untuk kondisi Cina pascaolimpiade Beijing 2008, agar
terjadi pemulihan atas bangsa ini. Doakan juga agar pihak berwajib
setempat tidak melarang pertemuan-pertemuan ibadah dan menekan
orang percaya di Cina.
* Doakan juga untuk gereja-gereja rumah di Cina yang sering mendapat
ancaman dan perusakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab,
agar peristiwa ini tidak menyebabkan gereja-gereja mundur untuk
tidak melayani, melainkan setiap gereja rumah di Cina dapat terus
dipakai Tuhan untuk menjadi terang di wilayah masing-masing.
* Berdoa juga untuk orang percaya di Cina yang masih dalam masa
hukuman karena iman mereka, agar Tuhan memampukan mereka untuk
tetap berdiri teguh di tengah tekanan dan aniaya yang harus mereka
hadapi setiap harinya. Doakan juga untuk keluarga mereka, agar
tetap tabah menghadapi persoalan ini dan tetap berpengharapan
kepada Yesus.

______________________________________________________________________
DOA BAGI INDONESIA

BANJIR MELANDA BANYAK WILAYAH DI INDONESIA

Kata “banjir” jelas identik dengan bencana yang membawa penderitaan.
Berbagai penyakit bermunculan saat bencana banjir melanda. Kejadian
yang terus berulang tanpa penyelesaian tuntas dari pemerintah,
mungkin malah melahirkan sikap adaptif untuk berdamai dengan
keadaan, namun jelas, sikap adaptif itu terbentuk atas dasar
“desakan keadaan” — tidak ada yang bisa mereka lakukan selain
menerima keadaan. Memang, bagi sebagian masyarakat di daerah
tertentu (contohnya di beberapa wilayah di Jakarta) yang setiap
tahun harus terkena banjir, rutinitas menjelang puncak musim hujan
mungkin telah menjadi hal yang biasa, namun kalau disuruh memilih,
pastilah mereka memilih untuk tidak terkena bencana banjir. Mau
tidak mau, mereka menjadi biasa karena saat banjir datang, tak ada
yang dapat mereka lakukan untuk mencegahnya. Yang dapat mereka
lakukan hanyalah bersiaga dan bersiap-siap untuk meminimalisir
kerugian materi, dan terlebih lagi korban jiwa, meski jelas nantinya
banjir akan mendatangkan banyak masalah bagi mereka — penyakit,
kebutuhan air bersih, makanan, tempat tinggal, dan banyak lainnya.

Sumber: Dari berbagai sumber

POKOK DOA:

1. Berdoa untuk para korban banjir yang harus mengungsi ke tempat
yang lebih aman, agar Tuhan memelihara kehidupan mereka.

2. Berdoa juga agar tersedia sarana kesehatan, air bersih, dan
pemukiman sementara yang layak bagi para korban. Biarlah Tuhan
menggerakkan hati banyak orang untuk membantu sesama yang menjadi
korban banjir ini.

3. Peristiwa banjir merupakan fenomena alam yang tidak dapat
dihindari, namun dapat dicegah agar hal ini tidak terjadi. Doakan
agar setiap orang dapat memiliki kepedulian terhadap lingkungan
di mana mereka berada.

4. Doakan agar setiap orang percaya dan gereja Tuhan memiliki
kepedulian terhadap para korban banjir, sehingga di tengah
situasi yang tidak menguntungkan bagi sebagian besar orang,
justru gereja dapat menjadi saluran berkat.

5. Berdoa untuk pemerintah agar diberi hikmat Tuhan dalam
mengentaskan masalah banjir, khususnya dapat menemukan solusi
yang tepat bagi penduduknya yang harus mengalami banjir setiap
musim penghujan tiba.

______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memerbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: tidak
untuk tujuan komersial dan harus mencantumkan SUMBER ASLI bahan
yang diambil dan nama e-JEMMi sebagai penerbit elektroniknya.
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Novita Yuniarti, Yulia Oeniyati dan Dian Pradana
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2009 oleh e-JEMMi/e-MISI — diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Kontak Redaksi:
Untuk berlangganan:
Untuk berhenti :
Untuk pertanyaan/saran/bahan:
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi: http://misi.sabda.org/
Arsip e-JEMMi: http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA: http://www.ylsa.org/
Situs SABDA Katalog: http://katalog.sabda.org/
______________________________________________________________________

Bila anda belum membaca alkitab maka bacalah sekarang karena itulah Firman Tuhan yang Maha Agung


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: