Mengahadapi saksi yehuwa

24 01 2009

Menghadapi Saksi Yehuwa

1Yoh 4:1-3 – “(1) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. (2) Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, (3) dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia”.

Kata ‘roh’ di sini menunjuk kepada pengajar. Itu terlihat dari digunakannya kata-kata ‘nabi-nabi palsu’ dalam ay 1. ‘Nabi-nabi palsu’ itu banyak, dan Saksi-Saksi Yehuwa adalah salah satu di antara mereka.

I) Nama ‘Saksi Yehuwa’.

Nama ini diambil dari / didasarkan pada Yes 43:10-12 – “(10) ‘Kamu inilah saksi-saksiKu,’ demikianlah firman TUHAN, ‘dan hambaKu yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepadaKu dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. (11) Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari padaKu. (12) Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksiKu,’ demikianlah firman TUHAN,’ dan Akulah Allah”.

Dalam Yes 43:10,11,12 ini muncul kata ‘TUHAN’ (semua menggunakan huruf besar), yang berasal dari kata Ibrani YHWH, yang mereka baca YEHUWA / Jehovah. Dari situ akhirnya muncul nama: ‘Saksi Yehuwa’ (untuk gerakannya) dan ‘Saksi-Saksi Yehuwa’ (untuk orang-orangnya) .

Jangan ‘silau’ karena nama yang begitu megah yang mereka gunakan, karena sebagaimana ada ‘Injil yang benar’ dan ‘Injil yang berbeda / yang lain’ (Gal 1:6-9 2Kor 11:4), ada ‘Yesus yang benar’ dan ‘Yesus yang lain’ (2Kor 11:4), ada ‘Roh (Kudus)’ dan ‘Roh yang lain’ (2Kor 11:4), maka jelas bahwa ada Saksi yang benar dan Saksi-Saksi yang palsu!

II) Pendiri Saksi Yehuwa: Charles Taze Russell.

1) Charles Taze Russell dilahirkan pada tanggal 16 Februari 1852 di Pennsylvania, Amerika Serikat.

Dalam mempelajari suatu ajaran sesat, tahun dimulainya ajaran sesat itu merupakan sesuatu yang sangat penting. Memang ada ajaran Saksi Yehuwa yang diambil dari Arianisme, yang sudah ada pada abad keempat Masehi, dan ada juga ajaran mereka yang diambil dari gereja Advent, yang baru ada pada abad 19. Dan ada juga ajaran-ajaran yang merupakan ciri khas ajaran mereka (seperti larangan transfusi darah, 144.000 orang saja yang masuk surga, dsb). Kalau ajaran itu memang merupakan ajaran yang berasal dari Kitab Suci, merupakan sesuatu yang mustahil bahwa dalam sepanjang 18 abad tidak ada orang yang bisa menemukannya!

Karena itu hati-hatilah dengan setiap ajaran / praktek, yang selama puluhan abad tidak pernah ada dalam sejarah gereja, tetapi tahu-tahu muncul, dan diclaim sebagai ajaran dari Allah / Kitab Suci!

2) Pada tahun 1870, pada usia 18 tahun, Russell membentuk suatu ‘Bible Class’ (= Kelas Alkitab), dan pada tahun 1876 ia diangkat menjadi pendeta oleh grup itu.

3) Pada tahun 1879, Russell mulai menerbitkan majalah yang dinamakan ‘The Herald of the Morning’, yang akhirnya menjadi ‘The Watchtow­er’ / ‘Menara Pengawal’, yang merupakan majalah yang paling terkenal dari Saksi Yehuwa.

4) Russell mempunyai kehidupan yang brengsek, antara lain: menjual ‘gandum ajaib’ yang jelas merupakan suatu penipuan, perzinahan (bahkan dengan anak usia 10 tahun) sehingga dicerai oleh istrinya, juga berdusta bahwa ia melakukan pelayanan-pelayanan / khotbah-khotbah yang sebetulnya tidak pernah ia lakukan, dan sumpah palsu dalam pengadilan. Ia mengaku mengerti bahasa Ibrani, Yunani dan Latin, padahal akhirnya terbukti ia sama sekali tidak mengerti bahasa-bahasa itu, dan bahkan tidak mengetahui alfabet bahasa Yunani.

Mengapa kita perlu tahu hal ini? Karena Saksi-Saksi Yehuwa sering membanggakan kesalehan mereka, dan juga memberikan bermacam-macam tuduhan / fitnahan tentang kejahatan orang-orang kristen. Dengan mengetahui kebrengsekan dalam Saksi-Saksi Yehuwa maka hal-hal ini bisa kita gunakan untuk melakukan serangan balik.

5) Ia berulang-ulang meramal tentang kedatangan Kristus yang keduakalinya. Mula-mula ia meramalkan bahwa Kristus akan datang untuk keduakalinya pada tahun 1874, dan setelah ramalannya meleset, ia mengubahnya menjadi tahun 1914, tetapi ternyata meleset lagi. Untuk menutupi kesalahannya / kegagalan nubuatnya, ia lalu mengatakan bahwa pada tahun 1914 itu Yesus memang sudah datang keduakalinya, tetapi Ia datang secara rohani, sehingga tidak terlihat! Bdk. Ul 18:22.

6) Ia mati pada tanggal 31 Oktober 1916 dan saya yakin bahwa ia pergi ke neraka yang tidak dipercayainya. Perhatikan bahwa setelah ramalannya meleset untuk keduakalinya, Tuhan memberikan ia waktu 2 tahun untuk bertobat, tetapi ia tidak bertobat. Sekarang ia pasti ‘sudah bertobat’ dari kepercayaan sesat itu, tetapi sayang sudah terlambat.

Jangan meniru Russell yang ‘terlambat bertobat’ itu. Kalau saudara belum pernah bertobat / percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, datanglah kepada Dia sekarang juga, dan terimalah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara. Setiap saudara adalah orang berdosa, dan karena itu setiap saudara membutuhkan Yesus sebagai Juruselamat saudara. Tanpa Yesus sebagai Juruselamat saudara, saudara akan masuk ke neraka selama-lamanya!

III) Bahayanya Saksi Yehuwa.

1) Saksi-Saksi Yehuwa ini mirip Kristen!

Uang palsu yang makin mirip dengan uang asli tentu adalah yang paling berbahaya. Demikian juga dengan orang sesat / nabi palsu yang paling mirip dengan orang kristen / nabi asli! Apa kemiripan mereka dengan orang kristen?

a) Saksi-Saksi Yehuwa selalu mengaku diri sebagai orang kristen, dari gereja kristen, yang berkeliling untuk memberitakan ‘Injil’.

b) Saksi-Saksi Yehuwa juga menggunakan Kitab Suci kita (sekalipun mereka mempunyai Kitab Suci mereka sendiri yaitu New World Translation / Terjemahan Dunia Baru) dan secara teoritis mereka mengakui Kitab Suci sebagai Firman Allah.

c) Saksi-Saksi Yehuwa juga melakukan sakramen, baik baptisan maupun Perjamuan Kudus.

2) Saksi-Saksi Yehuwa luar biasa giatnya dalam memberitakan ‘Injil’.

Penekanan pelayanan pemberitaan ‘Injil’ secara luar biasa ini, selain menjadikan mereka sebagai sekte yang paling berbahaya, juga menyebabkan mereka mengalami pertumbuhan yang luar biasa pesatnya.

Kalau saudara mungkin bertanya: ‘Mengapa mereka bisa bertumbuh begitu pesat?’, maka salah satu jawabnya adalah karena Saksi Yehuwa tidak membedakan antara Pendeta dengan orang awam. Semua Saksi-Saksi Yehuwa didorong dan dilatih untuk memberitakan ‘Injil’. Dan diperkirakan sekitar 40 % dari mereka aktif dalam memberitakan Injil (bandingkan ini dengan orang kristen di Indonesia yang, menurut statistik yang saya dengar dari seorang misionaris, hanya ½ % yang memberitakan Injil).

Sikap militant / agresif dalam penginjilan ini, yang disertai kerelaan mengorbankan waktu, tenaga dan uang, demi gerakan mereka, membuat Saksi-Saksi Yehuwa ini makin berbahaya!

Saya mendengar bahwa di Kediri Saksi-Saksi Yehuwa memberikan les sekolah gratis 5 x seminggu kepada murid-murid SD, tetapi dalam les itu mereka juga menyelipkan ajaran sesat mereka. Karena itu para orang tua harus hati-hati kalau anaknya mendapatkan tawaran les sekolah gratis!

Saksi-Saksi Yehuwa menganggap orang-orang kristen sebagai sasaran ‘penginjilan’ yang terutama.

Mungkin karena mereka menganggap kristen sebagai yang paling sesat / berbahaya, maka mereka menjadikan orang-orang kristen sebagai sasaran utama ‘penginjilan’ mereka, dan ini menyebabkan mereka menjadi sangat berbahaya untuk orang-orang kristen, khususnya yang tidak terlalu mengerti Kitab Suci.

3) Ajaran Saksi Yehuwa lebih sederhana dan lebih mudah diterima akal.

Ajaran Saksi Yehuwa kelihatannya lebih sederhana dan lebih mudah diterima oleh akal, dibandingkan dengan ajaran kristen (khususnya tentang Allah Tritunggal). Ini menyebabkan banyak orang kristen yang dari dulu selalu bingung / tidak mengerti tentang doktrin Allah Tritunggal, lalu menjadi pengikut mereka.

Penerapan: Karena itu, kalau selama ini saudara adalah orang kristen yang malas belajar doktrin, khususnya dok­trin Allah Tritunggal, bertobatlah dari kemalasan saudara, sebe­lum saudara disesatkan oleh nabi-nabi palsu yang saat ini banyak terdapat!

Ingat bahwa penyesatan selalu berhubungan dengan dok­trin, sehingga orang kristen yang lemah dalam hal doktrin, apalagi yang tidak senang dengan doktrin, adalah orang yang paling mudah disesatkan!

4) Saksi Yehuwa melakukan pengajaran ‘Firman Tuhan’ yang kuat.

a) Saksi-Saksi Yehuwa diajar / diindoktrinasi kuat sekali, mungkin bisa dikatakan di‘cuci-otak’nya (ini menyebabkan Saksi-Saksi Yehuwa sukar sekali bertobat).

Sementara orang-orang Kristen pada umumnya merasa senang kalau bisa ke gereja 1 x seminggu, dan malas datang ke Pemahaman Alkitab, juga banyak yang tak bisa mendengar Firman Tuhan jangka panjang. Sikap seperti ini menyebabkan kebanyakan orang kristen nyaris tidak tahu apa-apa tentang Kitab Sucinya sendiri!

Ini lalu menyebabkan banyak orang kristen yang kalau menghadapi Saksi-Saksi Yehuwa memilih untuk mengambil jalan yang paling gampang, yaitu mengusir mereka! Tetapi kalau saudara memilih tindakan ini, maka:

*

Saudara gagal mentaati perintah Yesus untuk memberitakan Injil kepada semua orang (berarti termasuk Saksi-Saksi Yehuwa).
*

Saksi-Saksi Yehuwa yang saudara usir itu akan merasa bahwa mereka menderita bagi Kristus, dan ini bukannya membuat mereka menjadi kendor, tetapi justru semakin berkobar-kobar, dalam memberitakan Injil.

b) Saksi-Saksi Yehuwa dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi orang kristen.

Sebaliknya, jarang ada gereja / hamba Tuhan yang menyiap­kan jemaatnya untuk bisa menghadapi Saksi-Saksi Yehuwa, sehing­ga dalam perdebatan antara orang kristen dengan Saksi-Saksi Yehuwa, hampir selalu Saksi-Saksi Yehuwanyalah yang menang!

Penerapan: maulah belajar tentang Saksi Yehuwa supaya saudara siap menghadapi mereka. Tetapi awas! Caranya belajar tentang Saksi Yehuwa bukanlah dengan belajar pada Saksi-Saksi Yehuwa ataupun dengan membaca buku-buku terbitan mereka. Mengapa? Karena ini terlalu berbahaya. Cara yang benar adalah dengan membaca / mempelajari buku-buku yang ditulis oleh orang kristen tentang Saksi Yehuwa, atau dengan mengikuti pelajaran tentang Saksi Yehuwa di gereja saudara!

c) Saksi-Saksi Yehuwa sangat banyak menggunakan ayat Kitab Suci, dan dalam persoalan ayat hafalan mereka biasanya jauh lebih baik dari orang-orang kristen.

5) Saksi Yehuwa mempunyai cara berargumentasi yang kuat dan licik.

Dalam pelajaran Firman Tuhan yang mereka lakukan, setiap Saksi Yehuwa diajar untuk berargumentasi / menjawab pertanyaan / keberatan dari orang-orang luar, dan mereka mempunyai cara berargumentasi yang hebat / kuat, tetapi seringkali licik. Ini terlihat khususnya dalam buku-buku / literatur mereka.

Beberapa hal yang menjadi ciri mereka dalam berargumentasi:

a) Memberikan sebanyak mungkin kutipan, bisa sampai puluhan jumlahnya, tak peduli dari sumber kafir atau sesat.

b) Dalam mengutip, baik mengutip ayat Kitab Suci maupun kata-kata seseorang / Encyclopedia, dsb, mereka sering mengutip sebagian, sehingga artinya menjadi berbeda dengan yang seharusnya.

c) Pada waktu mengutip, mereka meninggi-ninggikan sumber kutipan tersebut. Misalnya dengan mengatakan bahwa orang itu adalah seorang teolog, profesor, ahli bahasa Yunani, Encyclopedia, dan sebagainya.

d) Menggunakan macam-macam versi Kitab Suci, bahkan yang aneh-aneh / tak lazim dipakai, dan bahkan yang salah, asal itu mendukung pandangan mereka.

e) Dalam penafsiran, mereka sering memotong ayat dari kontext (out of context), atau dari Alkitab (sehingga bertentangan dengan ayat lain dalam Alkitab).

f) Mengubah ayat; ini sering mereka lakukan dalam NWT / TDB. Karena itu kalau berdebat dengan mereka, jangan mau pakai Alkitab mereka.

7) Saksi Yehuwa menggunakan literatur dengan luar biasa hebatnya.

Tidak ada agama atau bidat lain di seluruh dunia yang bisa menandingi Saksi Yehuwa dalam penggunaan literatur! Mereka menerbitkan banyak buku dan traktat, tetapi yang paling saya soroti adalah 2 majalah mereka.

Dua majalah Saksi Yehuwa yang paling terkenal adalah:

a) The Watchtower (= Menara Pengawal).

*

Dimulai pada tahun 1879 dengan jumlah hanya 6000 exemplar.
*

Pada tahun 1976 sudah mencapai 10 juta exemplar, dan sudah diterjemahkan / diterbitkan dalam 79 bahasa.
*

Pada tahun 1985 mencapai 17,8 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 106 bahasa.
*

Pada tahun 2002 mencapai lebih dari 24 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 144 bahasa!

b) Awake! (= Sedarlah!).

*

Pada tahun 1976 mencapai 9 juta exemplar.
*

Pada tahun 1985 mencapai 15,6 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 34 bahasa.
*

Pada tahun 2002 sudah mencapai lebih dari 21 juta exemplar, dan diterjemahkan / diterbitkan dalam 87 bahasa!

Dalam hal majalah agama, kedua majalah ini menduduki ranking I dan ranking II di seluruh dunia! (‘Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa’, hal 8).

Catatan:

*

Ciri khas dari semua buku, majalah, maupun traktat mereka, adalah adanya tulisan: ‘Watchtower Bible And Tract Society Of New York / Pennsylvania’, yang merupakan badan penerbit Saksi-Saksi Yehuwa.
*

Ingatlah khususnya nama kedua majalahnya, supaya saudara bisa mengenali literatur Saksi Yehuwa, sekaligus mengenali Saksi-Saksi Yehuwanya yang memberikan­nya kepada saudara!
*

Janganlah membeli literatur mereka, karena sungkan, kasihan, atau alasan yang lain apapun juga, karena ini sama dengan menyumbang kepada setan!
*

Kalau mereka memberikan traktat / majalah / buku mereka, jangan sembarangan memberikannya kepada orang lain. Juga jangan meletakkannya sembarangan di rumah saudara, karena bisa-bisa literatur itu dibaca oleh anak-anak saudara sehingga menyesatkan mereka.

IV) Kesesatan mereka.

1) Doktrin tentang Yesus Kristus.

a) Yesus hanyalah ‘allah kecil’, kalah kuasa maupun umurnya dibandingkan dengan Bapa, yang adalah Allah besar / yang maha kuasa.

b) Yesus adalah malaikat Mikhael.

c) Sebelum inkarnasi Yesus hanya allah kecil / malaikat, lalu waktu menjadi manusia, keilahian / kemalaikatannya hilang, dan waktu bangkit dan naik ke surga, kemanusiaannya hilang, dan Ia kembali menjadi allah kecil / malaikat lagi.

Jadi, ini sangat berbeda dengan doktrin tentang Kristus dalam kekristenan, yang mengatakan bahwa sejak inkarnasi dst, Yesus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, tetapi hanya memiliki satu pribadi.

d) Sembah dan doa tak boleh ditujukan kepada Yesus, tetapi hanya kepada Bapa / Yehuwa.

2) Roh Kudus bukan pribadi ataupun Allah, tetapi hanya tenaga aktif / kekuatan Allah.

3) Mereka tak mempercayai Allah Tritunggal, tetapi mempercayai Allah yang tunggal secara mutlak, yaitu Yehuwa.

Catatan: kecuali saudara sangat menguasai 3 point di atas ini, sebaiknya jangan berdebat dengan mereka tentang hal-hal ini, karena mereka punya argumentasi yang banyak dan membingungkan untuk kebanyakan orang awam. Kalau mau debat dengan mereka, arahkan pembicaraan pada point ke 4, atau lebih baik lagi, point ke 5 di bawah ini, karena menurut saya itu titik lemah mereka.

4) Mereka mempercayai keselamatan bukan karena iman saja, tetapi karena iman dan perbuatan baik, dan perbuatan baik yang paling ditekankan adalah penginjilan. Karena itu mereka tidak mungkin bisa mempunyai keyakinan keselamatan.

Bdk. Ef 2:8-9 – “(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, (9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”.

5) Mereka tidak mempercayai adanya neraka.

Jadi, setelah mati, menurut Saksi Yehuwa, ada 3 kemungkinan bagi manusia, yaitu:

a) Masuk surga, tetapi ini hanya untuk orang-orang yang mereka sebut ‘orang-orang pilihan’, yang jumlahnya 144.000 yang mereka ambil dari Wah 7, yang mereka tafsirkan secara hurufiah. Jumlah ini sudah penuh, sehingga mereka yang tak termasuk 144.000 ini yakin tidak akan masuk surga!

b) Firdaus, yang mereka anggap sebagai bumi ini, yang nanti akan disempurnakan. Mereka yang pasti tidak kebagian tempat di surga, BERHARAP (tidak yakin) untuk tinggal di bumi yang nanti disempurnakan ini.

c) Kalau tak bisa tinggal di bumi yang disempurnakan, maka mereka, bersama dengan orang-orang yang non Saksi Yehuwa, akan dimusnahkan (cease to exist)!

Ada beberapa hal yang bisa kita serang tentang doktrin ini, yaitu:

1. Ayat-ayat tentang neraka sangat banyak dalam Kitab Suci. Mau diapakan ayat-ayat itu?

2. Doktrin tentang Firdaus (point b) baru muncul sekitar tahun 1931.

Dulu mereka hanya percaya ‘surga’ (untuk 144.000 orang) atau ‘musnah’. Tetapi pada sekitar tahun 1931 itu mereka bingung karena jumlah Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia melampaui 144.000 orang. Jadi, surganya tidak cukup! Bandingkan kegilaan ini dengan kata-kata Yesus dalam Yoh 14:2 – “Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu”.

Dan karena itu mereka lalu ‘menciptakan’ Firdaus mereka untuk Saksi-Saksi Yehuwa yang tidak kebagian tempat di surga. Bagaimana theologia coba-coba seperti ini tetap mereka percayai, betul-betul merupakan sesuatu yang melampaui akal.

3. Karena Saksi-Saksi Yehuwa menganggap bahwa ‘Firdaus’ ini menunjuk kepada ‘bumi yang disempurnakan’, dan karena itu belum ada pada jaman sekarang ini, maka mereka ‘terpaksa’ mengubah terjemahan dari Luk 23:43.

Luk 23:43 – “Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’”.

TDB: “Dan ia mengatakan kepadanya, ‘Dengan sungguh-sungguh aku mengatakan kepadamu hari ini: Engkau akan bersamaku di Firdaus”.

Kalau menggunakan versi bahasa Inggris maka perubahannya hanya terletak pada perubahan letak dari satu koma.

RSV: “And he said to him, ‘Truly, I say to you, today you will be with me in Paradise.’” (= Dan Ia berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, hari ini engkau akan bersama Aku dalam Firdaus).

NWT: “And he said to him: ‘Truly I tell you today, You will be with me in Paradise.’” (= Dan Ia berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu hari ini, Engkau akan bersama aku dalam firdaus

a. Ada beberapa alasan yang secara kelewat jelas menunjukkan ke-tidak-mungkin- an terjemahan NWT / TDB ini.

*

Ini adalah terjemahan yang tidak masuk akal.

Tidak pernah ada siapapun (baik dalam Alkitab maupun dalam kehidupan sehari-hari) , yang mengatakan: ‘Aku berkata kepadamu hari ini’. Sudah tentu pada saat seseorang mengatakan sesuatu, ia mengatakannya hari ini / saat ini. Kalau bukan ‘hari ini’, lalu kapan? Kemarin? Besok pagi? Karena itu merupakan sesuatu yang sudah jelas, tidak ada orang berkata seperti itu.

*

Selain kata-kataNya kepada penjahat yang bertobat dalam Luk 23:43 ini, Yesus mengucapkan kata-kata ‘Aku berkata kepadamu’ sebanyak 140 x.

Yesus tidak pernah mengatakan: ‘Aku berkata kepadamu hari ini’. Jadi kalau Luk 23:43 diterjemahkan seperti itu, itu merupakan terjemahan yang mengada-ada, dan secara sangat jelas menunjukkan kekurang-ajaran NWT / TDB dalam melakukan penterjemahan!

b. Disamping itu, selain Luk 23:43, kita masih bisa menggunakan 2Kor 12:4, yang menunjukkan bahwa pada jaman rasul Paulus, Firdaus itu sudah ada.

2Kor 12:4 – “Aku juga tahu tentang orang itu, – entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya – ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia”.

Catatan: yang dimaksud dengan ‘orang itu’ adalah diri Paulus sendiri.

4. Pasti tidak masuk surga, dan hanya berharap tinggal di bumi yang disempurnakan, menurut saya bukan kabar baik (injil), tetapi kabar buruk!

5. Katakan seperti ini kepada mereka: seandainya dalam dunia ini cuma ada Saksi Yehuwa dan Kristen, maka:

a. Kalau ternyata Kristen yang benar, maka: orang Kristen masuk surga, sedangkan Saksi-Saksi Yehuwa masuk neraka.

b. Kalau ternyata Saksi Yehuwa yang benar, maka Saksi-Saksi Yehuwa tinggal di Firdaus / bumi yang disempurnakan (itupun belum pasti), sedangkan orang-orang Kristen dimusnahkan.

Dengan adanya 2 kemungkinan ini, kalau saya, sambil merem / tutup mata saya pilih Kristen. Kalau salahpun paling-paling saya musnah. Kalau saya pilih Saksi Yehuwa, dan ternyata salah, saya masuk neraka.

-o0o-

1) Manusia itu harus beriman / percaya kepada Yesus, sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, karena tanpa itu ia tidak mungkin mendapatkan Roh Kudus.

a) Kalau saudara beriman kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, maka hal pertama yang terjadi adalah saudara selamat.

Itu dijanjikan oleh Tuhan dalam banyak ayat, misalnya Kis 16:31 – “Jawab mereka: ‘Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’”.

Karena itu, kalau mau selamat / masuk surga, jangan pikirkan selamat karena perbuatan baik, karena tadi sudah kita lihat bahwa manusia di luar Kristus itu tidak mungkin bisa berbuat baik. Juga seandainya mereka bisa berbuat baik, maka perbuatan baik itu tidak bisa menghapuskan dosa!

Gal 2:16a – “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat”.

Illustrasi: Seseorang ditangkap polisi karena melanggar peraturan lalu lintas dan 1 minggu setelahnya harus menghadap ke pengadilan. Dalam waktu satu minggu itu ia lalu banyak berbuat baik untuk menebus dosanya. Ia menolong tetangga, memberi uang kepada pengemis, dsb. Pada waktu persidangan, ia membawa semua orang kepada siapa ia sudah melakukan kebaikan itu sebagai saksi. Pada waktu hakim bertanya: ‘Benarkah saudara melanggar peraturan lalu lintas?’, ia lalu menjawab: ‘Benar pak hakim, tetapi saya sudah banyak berbuat baik untuk menebus dosa saya. Ini saksi-saksinya’. Sekarang pikirkan sendiri, kalau hakim itu waras, apakah hakim itu akan membebaskan orang itu? Jawabnya jelas adalah ‘tidak’! Jadi terlihat bahwa dalam hukum duniapun kebaikan tidak bisa menutup / menebus / menghapus dosa! Demikian juga dengan dalam hukum Tuhan / Kitab Suci!

Karena itu sebetulnya semua manusia membutuhkan Juruselamat / Penebus dosa. Dan Yesus adalah satu-satunya yang pernah menebus dosa manusia. Kalau kita menolak Dia, maka kita harus membayar sendiri hutang dosa kita, dan itu berarti kita harus masuk ke neraka selama-lamanya.

b) Kalau manusia itu percaya kepada Kristus, maka ia mendapatkan Roh Kudus.

Ef 1:13 – “Di dalam Dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikanNya itu”.

2) Kalau manusia itu sudah mempunyai Roh Kudus, maka Roh Kudus itu akan mengeluarkan buah, yang akan mengubah hidup orang itu secara bertahap.

Gal 5:22-23 – “(22) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, (23) kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu”.

III) Manusia itu juga harus mau berjuang untuk hidup lebih baik.

Jangan anggap, karena sudah ada Roh Kudus, yang mengeluarkan buah, maka manusia itu boleh pasif total. Tidak bisa. Roh Kudus memang harus bekerja, tetapi manusianya juga harus berusaha.

1) Belajar Firman Tuhan.

Maz 119:9 – “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firmanMu”.

Kalau saudara tidak mengerti Firman Tuhan, apa yang saudara anggap baik bisa merupakan dosa, dan sebaliknya.

2) Berdoa.

Tanpa doa, kita tidak akan mempunyai kekuatan untuk melawan kedagingan kita, daya tarik dunia, maupun godaan setan.

Mat 26:41 – “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.’”.

3) Memperbaiki kehidupan.

Ini sebetulnya dalam semua segi, baik jasmani maupun rohani. Tetapi saya diminta untuk menekankan hal-hal ini:

a) Cinta.

1. Dalam perjodohan, yang nomor satu harus ditekankan adalah: anak Tuhan tidak boleh berpacaran / menikah dengan anak setan. Orang percaya tidak boleh berpacaran / menikah dengan orang yang tidak percaya.

2Kor 6:14 – “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”.

2. Dalam berpacaran, jangan seperti orang kafir, yang lalu melakukan hubungan sex sebelum pernikahan.

Memang selain sex, Kitab Suci tak memberikan batasan lain, tetapi juga perlu diingat bahwa pacaran yang terlalu hot, sangat memungkinkan kita terjerumus dalam perzinahan. Karena itu, usahakanlah untuk tidak mencobai diri sendiri dengan berpacaran di tempat yang memungkinkan terjadinya hubungan sex.

b) Karir.

Ini berurusan dengan jurusan sekolah / kuliah yang diambil, dan selanjutnya pekerjaan apa yang dilakukan.

Pada waktu memilih jurusan sekolah, ada beberapa jurusan yang harus diwaspadai, yaitu:

1. Sekolah hukum. Kalau nanti maunya menjadi notaris, mungkin masih tidak apa-apa, tetapi kalau mau menjadi pengacara, pikirkan, apakah bisa menjadi pengacara yang hidup secara Kristen?

2. Jurusan ekonomi / pembukuan.

Memang yang sekolah ekonomi tak selalu harus kerja bagian pembukuan, tetapi kalau akhirnya kerja di bagian itu, sadarilah bahwa hampir semua (atau betul-betul semua) perusahaan melakukan pembukuan ganda. Ini dusta, dan seharusnya tidak boleh dilakukan oleh orang Kristen!

Dalam pekerjaan, beranilah taat kepada Tuhan lebih dari pada kepada boss / atasan saudara.

Kis 5:29 – “Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: ‘Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia”.

Sikap ini harus ada misalnya pada waktu:

*

disuruh berdusta.
*

disuruh mencari wanita penghibur untuk rekan bisnis boss.
*

disuruh bekerja pada hari minggu.

c) Masa depan.

Masa depan itu ada 2, masa depan dalam dunia ini, dan masa depan setelah mati. Yang mana yang mau saudara tekankan?

Bdk. Mat 16:26 – “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”.

Untuk masa depan dibutuhkan uang / harta. Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh menyimpan uang demi masa depan dunia dunia, tetapi Kitab Suci mengatakan ada harta duniawi dan ada harta surgawi. Yang mana yang mau saudara tekankan?

Mat 6:19-24 – “(19) ‘Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. (20) Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (21) Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (22) Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; (23) jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. (24) Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.’”.

Kesimpulan / penutup.

Saudara mau hidup lebih baik? Percayalah kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, belajarlah Firman Tuhan, berdoalah, dan berusahalah menguduskan diri sesuai dengan Firman Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati saudara sekalian.

-AMIN-

Ingatlah bahwa TUHAN YESUSlah juru selamat satu-satunya bagi kita semua dan tiada allah yang lain.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: