SELAMAT HARI MINGGU – Bangunlah Hubungan Baik

23 01 2009

Manna Sorgawi ā€“ January 10, 2009

Bangunlah Hubungan Baik

Kolose 3:21 – Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Elizabeth adalah anak berusia empat tahun yang lahir dalam keluarga kaya raya. Ayahnya tidak menyukainya, karena ia terlahir sebagai perempuan, padahal ayahnya mengharapkan seorang anak laki-laki. Ibunya meninggal ketika melahirkannya dan semua itu semakin menambah kebencian ayahnya terhadap Elizabeth. Setiap hari ia hanya dirawat oleh seorang suster, sementara ayahnya tidak pernah mempedulikannya. Ayahnya menyapanya hanya jika bangun pagi-pagi. Itupun hanyalah kata-kata singkat yang keluar dari mulut ayahnya, Selamat pagi Elizabeth, jangan nakal.”

Suatu malam ketika semua orang tertidur lelap, ayahnya mendengar suara-suara aneh dari ruang kerjanya dilantai bawah. Ia pun turun perlahan-lahan dan ketika membuka pintu kamar kerjanya, disana ia melihat Elizabeth, anaknya yang masih berusia empat tahun duduk dikursi kerjanya sambil menepuk-nepuk meja dengan keras. Malam itu ia bertanya kepada Elizabeth mengapa ia belum tidur juga. Untuk pertama kalinya ia mengucapkan kata-kata yang lain kepada anaknya, selain “Selamat pagi Elizabeth, jangan nakal.” Untuk pertama kalinya juga ia menggendong anaknya, membawanya keluar dan menunjukkan bulan serta bintang seraya berkata, “Lihat tuh, bulan bobo, bintang juga bobo, kamu juga harus bobo.” Setelah itu ia membopong anaknya menuju kamarnya, membaringkannya, mencium pipi kiri dan kanan dan mengucapkan selamat malam. Semua itu belum pernah dilakukannya sebelumnya. Hingga usia tujuh belas tahun Elizabeth selalu melakukan hal yang sama, bangun tengah malam, duduk dimeja kerja ayahnya dan menepuk-nepuk meja, karena ia tahu, hal itu akan menarik perhatian ayahnya untuk memperhatikannya.

Hingga sekarang ini ada banyak anak-anak yang haus kasih sayang dan perhatian dari orang tua mereka. Penolakan, kebencian, pengalaman hidup yang pahit atau juga kesibukan, membuat sebagian orang tua tidak memberikan perhatian dan kasih sayang sebagaimana mestinya kepada anak-anak mereka. Mungkin anak tidak dapat mengungkapkan kerinduan mereka akan hubungan yang manis dengan orang tua, namun mereka akan mewujudkannya dalam bentuk tingkah laku yang tidak lazim.

Jika Anda adalah orang tua, bangunlah hubungan yang baik dengan anak-anak, luangkan waktu bersama mereka, nyatakan kasih dan perhatian bagi anak-anak. Mereka adalah harta berharga yang dipercayakan oleh Tuhan untuk dikasihi, dididik dan dibesarkan. Firman Tuhan memerintahkan orang tua agar tidak menyakiti hati anak-anaknya, supaya hatinya tidak tawar. Sebagai orang tua, Anda bertanggung jawab kepada Tuhan mengenai cara memperlakukan anak-anak Anda. Anak-anak bukan untuk dimaki-maki, dihajar habis-habisan atau diperbudak. Para ayah, perbaikilah hubungan dengan anak-anak Anda, sehingga mereka boleh melihat figur Bapa sorgawi didalam diri Anda.

DOA: Bapa, beriku hati seorang bapa/ibu yang penuh belas kasihan dan perhatian kepada anak-anakku. Pulihkanlah hubunganku dengan anak-anakku. Dalam Nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

KATA-KATA BIJAK: Keharmonisan akan membangun jembatan, ketidakharmonisan akan membangun tembok.

============ ========= ========= ========= =


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: