PEMIMPIN HARUS RELA BERKORBAN

23 01 2009

************ ********* ********* ********* ****
Diambil dari Manna Sorgawi 25 Okt. 2006
PEMIMPIN HARUS RELA BERKORBAN

Matius 10:25 – Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Matius 20:26-28 – Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Jika kita mempunyai kesempatan untuk berbincang-bincang dengan seorang pemimpin yang berhasil, tanyakanlah apakah ia pernah berkorban untuk mencapai posisinya saat itu. Pastilah Anda akan mendapatkan jawaban bahwa dia sudah banyak berkorban demi mencapai apa yang dia harapkan. Anak tangga yang menghantarkan seseorang sehingga ia menjadi pemimpin yang berhasil namanya adalah pengorbanan. Pengorbanan adalah harga mutlak yang harus dibayar seseorang yang mau menjadi pemimpin.

Semakin tinggi posisi yang dimiliki oleh seorang pemimpin, dituntut pengorbanan yang semakin besar pula. Kita akan semakin mengerti tentang arti pengorbanan seorang pemimpin jika sejenak melihat pengorbanan Presiden Amerika. Seseorang pernah mengatakan bahwa yang terpilih menjadi Presiden Amerika akan menjadi pemimpin dunia, artinya tanggung jawabnya sangat besar. Jika seseorang mencalonkan diri menjadi Presiden Amerika, maka sejak awal – bahkan sebelum kampanye – ia sudah harus berkorban didalam banyak hal. Ia harus berkorban materi, waktu, mengesampingkan kepentingan pribadi, keluarga, dll. Dan setelah terpilih menjadi presiden ia akan terus berkorban, bahkan lebih besar lagi. Bukan hanya dirinya sendiri yang dituntut untuk berkorban, tetapi keluarganya pun harus siap berada dalam tekanan yang besar, karena mereka menjadi figur publik.

Coretta Scott King, isteri pejuang hak azasi manusia Marthin Luther King Jr., memberi kita gambaran tentang pengorbanan seorang pemimpin besar. “Siang malam telepon kami berdering dan seseorang akan melontarkan kata-kata yang tak senonoh … seringkali percakapan telepon itu berakhir dengan satu ancaman yang ingin membunuh kami, jika kami tidak segera menyingkir keluar kota . Namun terlepas dari segala bahaya itu, maupun kekacauan kehidupan pribadi kami saat itu, saya malah terinspirasi dan bersukacita. “

Kesaksian ini meneguhkan apa yang dikatakan oleh Gerald Brooks bahwa, “Ketika Anda menjadi seorang pemimpin, Anda kehilangan hak untuk memikirkan diri Anda sendiri.”

Tanpa pengorbanan maka seseorang tidak bisa disebut sebagai pemimpin yang baik. Tuhan Yesus menerapkan prinsip ini didalam memimpin kedua belas murid dan pengikut-pengikutNy a yang berasal dari berbagai latar belakang. Dengan rela hati Tuhan Yesus melepaskan banyak hak yang sebenarnya dapat dinikmatiNya. Ia kehilangan waktu untuk beristirahat, menahan lapar, haus, dingin, letih, harga diriNya pun dipertaruhkan sehingga Ia rela menerima caci maki dan fitnah yang tidak seharusnya dilontarkan kepadaNya.

Mungkin sebagai pemimpin anda sudah banyak berkorban, entahkah bentuknya perasaan, waktu, tenaga, perhatian dan materi. Semua pengorbanan itu tidaklah sia-sia karena lewat pengorbanan itu waktu akan menguji dan mengantar anda sebagai pemimpin yang handal.

DOA: Tuhan, aku mau menjadi pemimpin yang meneladani karakter dan sikapMu yang rela berkorban demi kepentingan dan keselamatan umatMu. Dalam Nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

KATA KATA BIJAK: Kebesaran seorang pemimpin ditentukan oleh besarnya pengorbanannya.
__._,_.___


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: