MENJADI ANGGUR PILIHAN

23 01 2009

Air Hidup

Baca: Yesaya 5:1-4

MENJADI ANGGUR PILIHAN (1)

“Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.” Yesaya 5:1

Kepada Yesaya Tuhan menyampaikan sebuah perumpamaan tentang kebun anggur dan pemilik kebun anggur. Kebun anggur adalah gambaran dari kehidupan orang percaya dan pemilik kebun anggur adalah Tuhan sendiri. Tuhan sangat mengharapkan agar kita menghasilkan buah anggur yang baik, sedangkan “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan- Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” (Yohanes 15:2). Namun, untuk bisa menghasilkan buah anggur yang terbaik itu tidak mudah, proses demi proses harus kita lewati.

Ada beberapa tahap yang harus dipersiapkan agar kebun anggur itu dapat menghasilkan buah anggur yang baik:

1. Dicangkul dan dibuang batu-batunya, “Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ” (ayat 2). Supaya pohon anggur itu menghasilkan buah, si pemilik kebun anggur akan mengolah tanahnya terlebih dahulu agar menjadi tanah yang subur dengan cara mencangkulnya, memberinya pupuk serta membuang semua kerikil atau batu-batu yang ada. Selama ini kita sering mendengarkan firman, baik lewat kotbah-kotbah atau pembacaan renungan, tetapi firman itu seolah-olah berlalu begitu saja karena hati kita masih keras; kita sulit menerima teguran dan merasa diri sendiri benar. Maka dari itu Tuhan perlu sekali mencangkul ‘tanah’ hati kita supaya menjadi lunak dan memiliki kerendahan hati. Proses itu mungkin sangat menyakitkan bagi kita, tetapi semua itu mendatangkan kebaikan bagi kita. Begitu juga dengan ‘batu-batu’ yang ada di dalam diri kita, harus dibuang jauh-jauh! ‘Batu-batu’ penghalang itu bisa berupa: sakit hati, kebencian, amarah, dendam, bersungut-sungut dan sebagainya, yang seringkali menjadi penghambat kemajuan iman kita.

2. Harus ada menara jaga di tengahnya, “…ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya. ..” (ayat 2). Adapun fungsi dari menara yang dibangun di tengah-tengah kebun anggur adalah untuk menjaga dan mengawasi pertumbuhan pohon anggur tersebut supaya terhindar dari berbagai macam serangan hama dan juga dari tangan orang-orang jahat yang berniat merusaknya (bersambung).

Baca: Yesaya 5:1-4

MENJADI ANGGUR PILIHAN (2)

“Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?” Yesaya 5:4b

Kehidupan kekristenan kita juga dihadapkan pada berbagai macam tantangan dan pencobaan. Hanya orang-orang Kristen yang memiliki sikap berjaga-jaga dan berdoalah yang akan mampu melewati itu semua. Maka kita harus selalu berjaga-jaga dan berdoa, karena “Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1 Petrus 5:8b).

Berjaga-jaga berarti selalu dalam posisi sigap, tidak lengah dan selalu waspada. Perihal kewaspadaan, firman Tuhan dengan keras mengingatkan kita: “Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.” (2 Petrus 3:17b). Kita harus senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan melalui jam-jam ibadah kita dan juga bersekutu dengan Dia secara pribadi melalui saat teduh kita. Tuhan Yesus sendiri telah memberi teladan kepada kita pada saat Dia masih berada di dunia ini, Dia selalu bersekutu secara pribadi dengan BapaNya yang di sorga. Alkitab mencatat: “Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.” (Matius 14:23) dan di dalam Markus 1:35 juga dikatakan, “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana .”

3. Digalinya lobang sebagai tempat pemerasan anggur. Bila pohon anggur dirawat dan dijaga dengan baik, pada saatnya akan menghasilkan buah anggur yang baik, bukan buah yang masam. Itulah tanda seorang Kristen yang dewasa rohani yaitu kehidupannya menghasilkan buah, “…sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,” (Kolose 1:10). Hasil buah anggur yang baik itu merupakan persembahan yang terbaik dari hidup kita bagi Tuhan. Yang menjadi pertanyaan adalah selama bertahun-tahun menjadi orang Kristen, sudahkah kita menghasilkan buah seperti yang dihendaki oleh Tuhan? (baca Galatia 5:22-23).

“Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” Matius 3:8
__._,_.___


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: