Air Hidup – PUJIAN BAGI TUHAN

23 01 2009

Air Hidup

Jumat, 16 Januari 2009

Baca: Mazmur 146:1-10

PUJIAN BAGI TUHAN

“Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.” Mazmur 146:2

Orang Kristen duniawi adalah orang Kristen yang berjalan menurut apa yang dilihatnya, bukan oleh karena percaya. Mereka tidak memiliki kehidupan pujian dalam kesehariannya karena kondisi hatinya sangat ditentukan oleh keadaan yang ada, bukan berdasar kepada Tuhan dan firmanNya. Oleh dari itu mereka jarang/tidak terbiasa memuji-muji Tuhan dan pujian keluar dari bibirnya hanya saat keadaan nampak baik.

Pujian adalah pintu gerbang utama untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan. Melalui pujian kuasaNya tersedia bagi orang percaya. KuasaNya dihasilkan dari puji-pujian yang kita naikkan dengan kesungguhan hati. Pemazmur berkata, “Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan pujia-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!” (Mazmur 100:4). Sejak dari semula Tuhan menciptakan manusia untuk bersekutu denganNya, juga untuk memuji dan meninggikan kebesaranNya. Namun dalam prakteknya kita jarang sekali atau tidak selalu membalas kebaikan dan kasih Tuhan itu meski hanya melalui puji-pujian. Sebaliknya, kita membalas Tuhan dengan pemberontakan dan ketidaktaatan. Tapi saat sedang dalam masalah dan penderitaan, dengan secepat kilat kita akan langsung menyalahkan Tuhan. Seperti halnya bangsa Israel, meskipun mereka mengalami banyak pertolongan dan mujizat dari Tuhan, bukan pujian atau ucapan syukur yang keluar dari mulut mereka, melainkan keluhan dan sungut-sungut.

Perhatikan! Semakin kita bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan berarti kita sedang merintangi iman kita sendiri; kita sedang menutup mujizat Tuhan bagi kita sendiri pula, karena imanlah yang menggerakkan hati Tuhan untuk menyatakan kuasa dan mujizatNya. Dan memuji Tuhan adalah ekspresi dari iman kita kepadaNya. Itulah sebabnya Tuhan sangat tergerak hatiNya oleh pujian yang kita naikkan kepadaNya, sebab Ialah “…Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” (Mazmur 22:4). Tuhan tidak akan tergerak hatiNya saat kita berseru kepadaNya dalam ketidakpercayaan. Tapi, jika kita percaya penuh kepadaNya dan mendemonstrasikan iman itu dengan memuji-muji Dia, maka Dia akan membawa kita kepada kemenangan demi kemenangan karena kuasaNya menyertai kita.

Jangan anggap remeh puji-pujian bagi Tuhan, karena ada kuasa di dalamnya.

__._,_.___


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: