NEGARA ISRAEL MODERN….BACALAH

14 01 2009

Terbentuknya Negara Israel Modern Sesuai Dengan Nubuat Dalam Alkitab

Seperti kita ketahui perjuangan Zionis Yahudi sudah sejak lama, dan
menginginkan suatu negara yang berdaulat.

Tentu inti dari kedaulatan ini adalah kedaulatan rohani, sebab bagaimanapun sejarah dalam alkitab menegaskan bahw tanah negara yg ditempati ini adalah bersumber pada Alkitab.

Alkitab bukan hanya sekedar sebagai kesusasteraan rakyat, sebab
kalau hal ini diakui maka klaim ini sudah tidak valid lagi seperti apa yg
dimiliki negara Assyrian, penyerbu Turki, bahasa Mesir, Babylonia
dllsb. Bagi zionis Yahudi, ketidak-percayaan adalah merupakan
penghianatan, untuk memindahkan kesusasteraan monumen Yudaism sampai level cerita rakyat belaka adalah merupakan penghujatan.

Hubungan antara teologi dan politik di dalam Zionisme Yahudi dengan
gamblang dan tegas dinyatakan oleh Rabbi Yisrael Meida, “Ini adalah
suatu perkara kedaulatan. Orang yang mengontrol Gunung Bait Allah, berarti
mengontrol Yerusalem. Dan orang yang mengontrol Yerusalem, berarti mengontrol Tanah Israel.”

Dari dua pernyataan ini, pokok-pokok terpenting dari Zionisme Yahudi
kelihatan jelas : menjadikan bangsa Yahudi berdaulat atas Tanah Israel
dan kota Yerusalem, dan membangun Bait Allah; semuanya ini dapat dicapai
hanya melalui Negara Israel Modern yang harus terus diperkuat.

Dalam Kongres Zionis Dunia ke-27 (1968) di Yerusalem, Zionisme Yahudi
dirumuskan dalam lima prinsip: 1) kesatuan orang-orang Yahudi dan
keutamaan Negara Israel dalam kehidupan orang-orang Yahudi; 2)
berkumpulnya kembali orang-orang Yahudi di negeri historik mereka, Eretz
Israel; 3) penguatan Negara Israel Modern; 4) pemeliharaan identitas
orang-orang Yahudi; dan 5) perlindungan hak-hak orang-orang Yahudi.

Dua orang Rabbi Yahudi membuat lebih jelas dan tegas, apa itu Zionisme.
Rabbi Shlomo Aviner (kutipan 1999) menegaskan “Kita tidak boleh
lupa… bahwa tujuan paling utama dari dikumpulkannya kembali
orang-orang Yahudi yang terserak-serak di negeri-negeri pembuangan dan
pendirian Negara Israel Modern adalah pembangunan Bait Allah. Bait Allah
ada di puncak piramida perjuangan kita.”

Sesuai dengan nubuat dalam Alkitab :

Pada tanggal 14 Mei 1948 Bangsa Yahudi memproklamasikan kemerdekaan mereka (tiga tahun setelah kemerdekaan Indonesia) menjadi Negara Israel Modern.

Seperti yang dikatakan Nabi Yehezkiel diatas. Kita tahu bahwa setelah
Salomo Israel terpecah menjadi Kerajaan Israel dan Yehuda. Yehezkiel
juga mengatakan (Yeh 37:22) bahwa Israel nanti tidak terbagi menjadi dua
kerajaan lagi tetapi menjadi satu bangsa.

Yehezkiel:37: 21 katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH:
Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana
mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka.

Yehezkiel 37:22 Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka,
di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka
seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi
menjadi dua kerajaan.

Berdirinya Negara Israel Modern pada 1948 dipandang kalangan Kristen
Zionis sebagai sebetik berita profetis terbesar dalam abad ke-20. Suatu
kabar tentang pemenuhan terpenting dari nubuat Kitab Suci, antara lain
Yeremia 3:14, 18 : kembalilah, hai anak-anak murtad,…! Aku akan
mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap
keluarga, dan akan membawa kamu ke Zion … pada masa itu kaum Yehuda
akan pergi kepada kaum Israel, dan mereka akan datang bersama-sama dari negeri utara ke negeri yang telah Kubagikan kepada nenek moyangmu
menjadi milik pusaka.”

“Datang bersama-sama dari negeri utara” ditafsirkan sebagai
kembalinya orang-orang Yahudi dari negara-negara Rusia, Polandia, Jerman
dan negara-negara lain di Eropa Timur dan daerah Balkan.
Yeremia 16:14-15 juga ditafsir kalangan dispensasionalis dari sudut
restorasionisme Zionis: “Sebab waktunya akan datang …. Aku akan
membawa mereka pulang ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka.”

Yesaya 66:7Sebelum menggeliat sakit, ia sudah bersalin, sebelum mengalami sakit beranak, ia sudah melahirkan anak laki-laki.66:8Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang telah melihat hal yang demikian? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya.

Matius 24:32Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

Yeremia 31:10 Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!

Pengumpulan Bangsa Yahudi menjadi Negara Israel :

Yesaya 43:5 Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat.

43:6 Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi, padahal kita tahu Yesaya hidup 2700 tahun yang lalu. Pada saat itu, berbagai rangkaian kekaisaran menaklukkan negeri Israel, diasingkan dan ada yang dijadikan budak sebagai pekerja paksa. Hal ini menyebabkan bangsa Yahudi menyebar ke seluruh dunia. Tetapi mereka dikumpulkan kembali di Israel sehingga terbentuklah Negara Israel Modern !

Dalam argumentasi seorang dispensasionalis, kendati pun teks-teks ini
pada konteks sejarahnya mengacu pada kembalinya Israel dari pembuangan
di Babilonia (abad 6 s.M.), namun kalau teks-teks tersebut dipandang
sebagai “nubuat tentang masa depan”, nubuat lintas-zaman, maka sebetulnya teks-teks ini “melihat ke depan, kepada peristiwa-peristiwa yang jauh lebih besar daripada kembalinya orang Yahudi dari Babilonia di bawah pimpinan Zerubabel”, yaitu kepada peristiwa pengumpulan kembali orang Yahudi untuk keduakalinya di zaman modern dari segala penjuru dunia, terutama dari negeri-negeri utara.

“Negeri pusaka yang Allah telah berikan kepada nenek moyang
Israel” yang akan dipulihkan kembali, ditafsir telah digenapi
melalui Perang Enam Hari Israel (4-7, 9-10 Juni 1967) dalam melawan
Yordania, Suriah, Mesir dan Irak, yang membuatnya menguasai Yerusalem
termasuk Kota Lama Yerusalem, Tepi Barat, Jalur Gaza (Samaria),
Dataran Tinggi Golan, dan Sinai🙂
(By Eddy TG dari berbagai sumber +Alkitab & Internet)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: