PERPULUHAN – Sumbangan persepuluhan

26 11 2008

Renungan Harian – Minggu, 7 September 2008
Bacaan : Maleakhi 3:1-10
Yang satu (persepuluhan) harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan (Matius 23:23)

PERSEPULUHAN
Tentang persepuluhan, ada yang berkata, “Persepuluhan harus dikembalikan ke gereja lokal, kalau tidak, berarti kita merampok milik Tuhan”. Sebaliknya, ada pula yang berkata, “Itu sistem di Perjanjian Lama. Bukankah kita hidup di zaman Perjanjian Baru, zaman anugerah, jadi yang penting kita memberi dengan rela dan sukacita.”
Begitulah, kita bisa terjebak dalam kebingungan bila mengubah, menambah, atau mengurangi ayat Alkitab semau kita menjadi “lebih indah dari warna aslinya”. Padahal, Maleakhi 3:10 dan Imamat 27:30 telah menuliskan persepuluhan ini dengan jelas. Tak ada kata tuduhan “merampok” atau “merampas”. Kita hanya menerima nasihat, “bawalah milik TUHAN”. Selanjutnya, persepuluhan tidak hanya disebut dalam Perjanjian Lama, tetapi juga dalam Perjanjian Baru. Yesus mengatakan, “Yang satu (persepuluhan) harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan” (Matius 23:23). Bahkan lebih jauh Perjanjian Baru juga
menegaskan, bahwa tak hanya sepersepuluh, tetapi juga seluruh hidup kita adalah milik Tuhan, karena kita sudah ditebus dengan darah Yesus yang mahal (1Petrus 1:18,19).
Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru berbicara sangat jelas mengenai persembahan. Yang penting; baik persepuluhan, persembahan iman dan syukur, atau apa pun namanya, harus diberikan bukan dengan duka atau terpaksa. Namun, dengan motivasi yang benar, bukan untuk pamer (Matius 6:3) dan dengan rela dan sukacita (2Korintus 9:7).
Dengan demikian, Allah pun berkenan atas setiap persembahan kita.
Inilah prinsip yang utuh di dalam seluruh Alkitab -ACH
BIARLAH ALLAH DIMULIAKAN MELALUI SETIAP PERSEMBAHAN YANG KITA BAWA

============ ========= ========= ========= ========= ========= ==
Shalom!
Teks PL favorit gereja2 yg menekankan pentingnya persepuluhan:
Maleakhi 3:8-10
“Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. “

Saya sendiri adalah jemaat sebuah gereja yg termasuk dalam kategori tersebut. Meski demikian saya selalu berusaha tidak menelan bulat2 kotbah2 para pendeta di gereja saya. Alasan penolakan saya soal perpuluhan ini simple: perpuluhan merupakan perintah Tuhan kepada orang2 bersunat (Israel) bukan untuk orang2 tidak bersunat (gentiles) beserta fakta2 berikut:
1. Perpuluhan yg alkitabiah (bagi Israel) adalah hasil tanah atau transformasi dari hasil tanah, mis. jual buah2an hasil kebun/ternak terus 10% nya di persembahkan, jadi bukan penghasilan dalam bentuk uang.
2. Perpuluhan yg alkitabiah (bagi Israel) ditujukan untuk menghidupi imam2 Lewi, janda2 miskin, yatim-piatu dan orang2 miskin/asing.
3. Perpuluhan Abraham adalah nazar dari Abraham bukan perintah dari Tuhan, dan hal itu hanya terjadi 1x saja selama hidup Abraham, artinya Abraham hanya memberikan perpuluhan sekali saja. Lagipula perpuluhan Abraham adalah hasil pampasan perang.
4. Tidak ada perintah untuk melanjutkan ketentuan hukum Taurat didalam PB. Malahan, hasil keputusan sidang pertama para rasul di Yerusalem berkata:
Kis. 15:10:
“Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?”
Kis. 15:28-29:
“Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”

Murid2 di sini adalah murid2 dari golongan tidak bersunat yg bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat mereka setelah di-injili oleh rasul Paulus. Kuk di sini adalah ritual2 dan hukum2 taurat termasuk didalamnya adalah hukum perpuluhan. Meskipun demikian
morality dari hukum Taurat, bukan perintah2 ritual dan hukum2 yg mengikat, perlu kita lestarikan sebagai orang2 Kristen.
Jadi bagaimana sebaiknya orang2 Kristen memberikan persembahan dan bagaimana supaya gereja bisa jalan terus? Hukum kasih dan Kesaksian gereja mula2 adalah jawabannya: pemberian yg sukarela dan sesuai kemampuan serta didasarkan pada kasih kepada Tuhan dan pekerjaanNya
serta kepada sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri.
Jadi, apakah memberikan perpuluhan adalah salah? Bagi saya itu tergantung apa yg dipercaya secara pribadi, mis. ada yg menjadikan 10% sebagai jumlah minimal. Tapi menjadikan perpuluhan sebagai HUKUM gereja yg mengikat jemaat serta digunakan untuk menakut2i jemaat adalah sesat (heretic) dan berbahaya karena tidak mempunyai akar dalam Alkitab. Sola Scriptura!

GBU
Eka


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: