HARI APPRESIASI PENDETA!

21 10 2008

HARI APPRESIASI PENDETA!

Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan Firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka (Ibrani 13:7).

Tanpa kita sadari orang yang paling sering merasa kesepian di Gereja adalah pendeta. Menurut data Ken Sande Of Peacemaker Ministries, di Amerika saja ada 1500 pendeta yang dengan terpaksa meninggalkan pelayanan di Gereja-nya karena konflik, masalah moral dan burn-out. Bila jemaat memiliki segunung persoalaan mereka tinggal datang kepada pendeta berkonsultasi, namun tahukah anda tatkala sang pendeta mengalami persoalaan tidak ada tempat untuk mengadu, kecuali hanya kepada Tuhan Yesus. Rekan kerja sesama pendeta yang tadinya dapat saling menguatkanpun berubah profesi menjadi menghakimi. Bila pernyataan ini benar, maka anak Tuhan semestinya memiliki perhatian khusus. Bukankah pendeta setiap minggu harus menyampaikan kotbah? Apa yang terjadi bila sang pendeta bermasalah? Apa yang terjadi bila hatinya bercabang? Apa yang terjadi bila pikirannya juga harus bergumul dengan masalah uang?
Jika minggu kedua bulan Mei kita memperingati hari Ibu, lalu minggu ke tiga bulan juni hari Bapa, maka Oktober minggu kedua kita memperingati hari khusus untuk pendeta (Pastor or Clergy Apreciation Day). Banyak Gereja belum memperingatinya, karena pendeta sungkan mengusulkannya. Tidak etis jika pendeta mengusulkan acara untuk dirinya sendiri, sementara itu para aktifis diam saja. Kebetulan saja ini berupa artikal maka walaupun saya sebagai pendeta namun tidak sungkan untuk menuliskannya, paling sedikit untuk membuka wawasan dan mengingatkan kepada kita warga jemaat, pengurus dan majelis mulai berpikir untuk merayakannya. Seandainya telat diselengarakan tahun ini, maka kita masih dapat merayakannya tahun depan untuk pendeta kita yang kita cintai.
Apa itu “Clergy Apresiation Day?” Ide ini tercetus tahun 1992 atas prakarsa dan gagasan Jerry Frear Jr, bersama kerabatnya secara sekilas tentang bagaimana menolong para pendeta tatkala mereka menghadapi masa kelam dalam pelayanan dengan memberikan semangat baru buat mereka. Frear merasa setiap Gereja perlu memperhatikan secara khusus kesejahteraan pendetanya. Pendeta tidak dibebani lagi pikiran duniawi, misalnya masalah gaji dan sebagainya, karena jemaatnya telah memenuhi lebih dari cukup buat mereka, dengan demikian para pendeta bisa fokus 100% melayani Tuhan. Jangan menguji iman pendeta anda dengan perbuatan anda yang tidak bertanggungjawab. I Korintus 9:14, “Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari Pemberitaan Injil itu.”
Terlalu banyak ditemukan para pendeta yang melayani di Gereja menjadi burn-out, mundur dan meninggalkan panggilan, hanya karena ulah segelintir oknum pejabat tinggi gereja yang mengaku cinta Tuhan kemudian membuat keputusan yang mempersulitnya. Apalagi ada sebagian jemaat Tuhan yang pernah mengecap sekolah teologia dan merasa lebih hebat dari pendetanya. Anggapan mereka pendeta itu cuman menerima gaji, sedangkan mereka melayani dengan cuma-cuma. Sering ditemukan mereka yang disebut aktifis yang telah lama terlibat pelayanan digereja, sangat kurang menghargai para pendetanya dibandingkan jemaat biasa. Memang benar pendeta itu adalah seorang hamba, yakni hambanya Tuhan, namun perlu diingat beliau bukan hambanya majelis atau jemaat. I Timotius 5:17, “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkotbah dan mengajar.”
Saya coba membuat sebuah akronim buat pendeta, boleh dibilang telah mencakup sebagian besar tugas utamanya:

HATI SEORANG PENDETA:
Seorang Pendeta harus memiliki hati yang profesional
Seorang Pendeta harus memiliki hati yang empati
Seorang Pendeta harus memiliki hati yang Nahkoda
Seorang Pendeta harus memiliki hati yang Dinamisme
Seorang Pendeta harus memiliki hati yang Eskperimen
Seorang Pendeta harus memiliki hati yang Toleransi
Seorang Pendeta harus memiliki hati yang Aktual!
(SS, Lynnwod, Washington, USA)

Sebenarnya sesuai panggilan-Nya, tidak ada seorangpun pendeta yang minta dihargai, namun melalui kaca-mata seorang jemaat yang cinta Tuhan, sudah semestinya kita patut memberikan penghargaan khusus buat seorang pendeta di gereja yang telah melayani dengan setia dalam segala kelebihan dan kekurangannya. Pendeta itu manusia biasa, ia bukan manusia super, namun bila ia sungguh telah mengerjakan pekerjaan Tuhan dengan baik mengapa tidak menghargainya? Mengerjakan dengan baik itu tidak harus melayani di Gereja dan kota besar, atau mempertobatkan ribuan orang; tetapi lebih dari itu kesetiaan dan takut akan Tuhan yang diperhitungkan. Bukankah Tuhan tidak pernah membandingkan Nuh yang seumur hidupnya hanya melayani delapan orang dengan Ayub yang menobatkan ribuan orang? William Carey ditahun ke delapan baru berhasil membaptis satu jemaat di India.
Pendeta tidak dapat membuat senang semua orang, ia bahkan perlu didoakan oleh Jemaat. I Tesalonika 5:15, “Saudara-saudara, doakanlah kami.” Dengan dukungan doa jemaat diharapkan pendeta itu diberkati dengan tubuh yang sehat, pemikiran yang bijak dan api pelayanannya tetap berkobar. hari Apresiasi Pendeta jatuh pada tanggal 12 oktober 2008, maka tidak ada salahnya bila anda memulai terlebih dengan hal-hal yang kecil untuk memberi penghargaan bagi pendeta anda, jangan hanya melulu mencacinya. Beberapa hal yang dapat dikerjakan misalnya, menelponnya dan mendoakannya, mengirimkan e-mail atau SMS untuk memberikan ayat Firman Tuhan sebagai kekuatan baginya, bersalaman di Gereja dan mengucapkan selamat kepadanya, memberikan sebuah hadiah berupa buku dan segudang kreatifitas yang semestinya dapat anda kerjakan segera.
Hari Apresiasi pendeta masih merupakan acara asing bagi kebanyakan kita, namun tidak salah jika kita mulai jadikan sebagai kebiasaan bagi generasi penerus kita. Dengan demikian mereka ke gereja bukan hanya datang, duduk, dengar lalu pulang mengkritik apa yang telah dikotbahkan. Hargailah hamba-hamba Tuhan dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Matius 11:29, “Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” AMIN!
–agusdody–


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: