RI larang susu China

26 09 2008

Produk turunan beredar luas di Solo

RI larang susu China

Jakarta (Espos) Pemerintah
RI resmi melarang produk susu China
dan memerintahkan penarikan atas produk tersebut, Selasa (23/9). Sementara, di
Solo produk turunannya masih beredar luas.

Berdasar pantauan Espos di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Solo, beberapa
produk yang diminta ditarik dari peredaran oleh BPOM itu sebagian di antaranya
masih dijual bebas seperti Oreo stick wafer dan Indo Es krim Meiji.

BPOM sendiri menyebut sejumlah produk yang harus ditarik dan disegel antara
lain permen White Rabbit Creamy Candy, Dutch Lady, kembang gula cokelat susu
M&Ms, dan Snickers (biskuit nuget lapis cokelat). (Selengkapnya lihat
tabel).

Di Singapura dan Malaysia,
produk-produk susu dan makanan berbahan susu dari China juga sudah ditarik dari
peredaran. Bahkan permen White Rabbit Creamy di Singapura sudah dinyatakan
mengandung melamin.

Saat dimintai tanggapan soal produk-produk susu China yang diminta ditarik dari
pasaran, Manajer Divisi Health and Beauty Care (HBC) Hypermart Solo Grand Mall
(SGM), Nur Hasim mengaku belum tahu.

Ia mengemukakan, surat
edaran (SE) dari BPOM maupun dinas terkait soal penarikan produk itu belum
sampai kepada pihak manajemen Hypermart.

”Kami belum tahu soal produk-produk China yang dinilai mengkhawatirkan
itu. Ini akan kami cek, dan kami siap menarik produk-produk itu seandainya
memang dinyatakan sebagai produk yang mengkhawatirkan,” ungkap Nur Hasim kepada
Espos Selasa malam.

Hal
senada juga dikemukakan Area Manajer Supermarket Sami Luwes Solo, Linarni. Ia
mengemukakan belum mengetahui adanya produk-produk China yang bakal ditarik
dari peredaran pasar.

”Kalau memang benar ada SE yang mengatur tentang penarikan produk-produk China
terutama produk yang dinilai membahayakan, kami siap menariknya. Tapi, saat ini
kami belum mendapatkan informasi soal itu dan belum mendapatkan informasi
produk apa saja yang bakal ditarik.” Ia mengemukakan, untuk produk permen White
Rabbit, sebagai salah satu produk yang masuk dalam daftar produk berbahaya
sudah tidak lagi beredar, khususnya di Sami Luwes.

Risiko

Sementara itu kepala BPOM Rubiana Thamrin Akib mengaku tak mau ambil risiko
sehingga memerintahkan penarikan produk makanan yang mengandung susu dari
China.

”Semua produk makanan yang mengandung susu dari China saya minta ditarik dari
peredaran dan diamankan. Kita tidak mau ambil risiko,” katanya sebelum
melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR di Jakarta, Selasa.

Izin edar

Sedangkan Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan Lily S
Sulistyowati mengutip pernyataan Menteri Kesehatan di Jakarta, Senin (22/9)
malam menjelaskan, saat ini hanya ada satu produk susu dari China yang
mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yakni susu
untuk orang dewasa dengan merk Guozhen.

Produk susu tersebut diproduksi
Yantai New Era Health Industry Co. Ltd dan diimpor ke Indonesia oleh PT Chi Indonesia.

Lebih lanjut Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa pihaknya juga mengimbau
masyarakat agar tidak mengonsumsi susu formula dan produk susu asal China agar
terhindar dari dampak susu terkontaminasi melamin yang ditemukan beredar di
negara itu beberapa waktu lalu.

Dalam surat dari Kepala BPOM kepada asosiasi peritel Indonesia bernomor
PO.04.01.1.4970 tertanggal 23 September 2008 yang tembusannya dikirim ke Pusat
Komunikasi Publik Departemen Kesehatan disebutkan bahwa ada 28 jenis produk
makanan mengandung susu dengan 12 merk yang berasal dari China yang harus
diamankan.

Asosiasi peritel Indonesia,
menurut surat yang ditandatangani Kepala BPOM
itu, diminta menindaklanjuti surat
tersebut dengan segera menarik produk tersebut dari peredaran, menyegelnya dan
kemudian melaporkannya ke BPOM.

”Pokoknya ini kita tarik dan amankan, tapi bukan berarti ini sudah terbukti
mengandung melamin. Ini untuk langkah pengamanan saja, karena kita tak mau
ambil risiko,” katanya.

Menurut dia, penarikan produk-produk tersebut dari pasar akan dilakukan sampai
ada hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan bahwa produk itu terbukti
bebas dari kontaminasi melamin atau bahan berbahaya lainnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa untuk mengamankan masyarakat dari dampak
peredaran produk susu terkontaminasi melamin dari China pihaknya juga telah
menginstruksikan balai-balai POM di seluruh Indonesia untuk memantau peredaran
susu dan produk susu dari China di dalam negeri sejak 18 September lalu.

Melamin

Melamin resin atau melamin formaldehyde (juga disingkat melamin) adalah bahan
plastik termoset yang terbuat dari melamin dan formaldehid dengan
polimerisasi. Plastik ini sering digunakan dalam alat-alat perkakas dapur,
piring dan merupakan unsur pokok lapisan tekanan tinggi seperti Formica,
Arborite dan bahan lapisan lantai. Papan melamin resin juga dapat digunakan
sebagai whiteboard.

Bahaya:

Kebanyakan produk bahan melamin dipakai untuk air panas. Melamin dengan
kandungan formalin yang tinggi dapat menimbulkan berbagai penyakit, termasuk
kanker

Sumber: Wikipedia dan berbagai sumber

Produk yang ditarik dari pasaran

1. Yogurt bermerk Jinwei Yoguoo (susu fermentasi rasa aneka buah, rasa
buah dan rasa netral/plain)

2. Susu full cream merk Guozhen

3. Indo Es krim Meiji Gold Monas (rasa cokelat dan rasa vanila)

4. Oreo (stick wafer, cocholate sandwich cookie)

5. Kembang gula cokelat susu M&Ms

6. Snickers (biskuit nuget lapis cokelat).

7. Makanan dan minuman merk Yili Bean Club Matcha Red Bean Ice Bar

8. Yili Red Bean Ice Bar

9. Yili Super Bean Chesnut Ice Bar

10. Yili Prestige

11. Yili High Calcium Low Fat Milk Beverage

12. Yili Choice Dairy Frozen Yogurt Bar With Real Peach and Pinepple
Flavoured

13. Yili High Calcium Milk Baverage.

14. Chocliz Dark Chocolate

15. Dutch Lady Strawbery Flavoured Milk (ekspor China, Hong Kong
dan Singapura)

16. Natural Choice Yogurt Flavoured Ice Bar With Real Fruit, Nestle Dairy
Farm UHT Pure Milk (katering), Kembang gula rasa cokelat Dove Choc

17. Kembang gula White Rabbit Creamy Candy. – Oleh : Ant/m71
SUMBER : SOLOPOS


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: