renungan hari ini

26 09 2008

TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

“Apakah kita sedang berduka atas meninggalnya orang yang kita kasihi, Ingat! Allah menjanjikan penghibur dan perhatianNya pada kita, karena Allah peduli pada kita”

|||||||||||| ||||||||| ||||||||| ||||||

Em@il Dari TUHAN

Anak-Ku ,

Tubuhmu adalah tempat suci dimana Putra-Ku ingin tinggal. Ia hanya perlu diundang, dan Ia akan tinggal di dalam dirimu.

Sekali Yesus masuk, Ia ingin kamu memperlakukan ‘rumah’-Nya (tubuhmu) sebagai tempat kehormatan. Sama seperti kamu tidak ingin kalau orang melangkah masuk ke rumahmu dan melemparkan banyak sampah dimana-mana atau menulisi tembok. ia tak ingin kamu atau siapapun juga memperlakukan tubuhmu secara tidak hormat karena Ia akan berdiam disana. yang kamu makan, kamu minum, baca, lihat dan pikirkan –semuanya masuk ke rumah Putra-Ku.

Pastikanlah dahulu bahwa kamu hanya mengundang masuk hal yang menyenangkan- Nya. Dan pastikanlah bahwa teman-temanmu mengenal peraturan-peraturan rumah itu juga! Persilakanlah Yesus masuk ke rumah sekarang!

Penciptamu,
Tuhan

Tidak tahukah kamu bahwa kamu sekalian adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam didalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah , maka Allah akan membinasakan dia.

|||||| sumber: http://www.terangdu nia.com// ||||||

18 Juli 2008 — Jumat

Pergumulan Melawan Rasa Bersalah | I Yohanes 1:5-9

Bagaimana cara orang percaya mengatasi rasa bersalah yang mereka alami, sangat dipengaruhi oleh pemahaman mereka tentang rasa bersalah itu. Rasa bersalah berarti suatu perasaan berdosa karena melakukan suatu kesalahan suatu konflik emosi yang timbul dari pemikiran selanjutnya tentang suatu pemikiran atau tindakan sebelumnya. Sangat penting bagi kita untuk dapat memahami metode alkitabiah mengenai cara melenyapkan perasaan ini.

Banyak orang percaya didera oleh rasa bersalah yang sesungguhnya tidak berakar di dalam dosa. Rasa bersalah yang palsu itu terbentuk dengan berbagai cara:

Gereja yang terjebak ke dalam legalisme dapat mendorong perasaan yang tidak sehat ini. Mungkin beberapa anggotanya tidak melakukan “kewajiban” dengan baik, misalnya tidak mengikuti persekutuan doa, studi Alkitab dan bersaksi. Atau mereka melakukan sesuatu yang dikategorikan oleh yang lainnya sebagai tindakan yang salah, meskipun tidak ada dasar alkitabiah untuk menyalahkan tindakan mereka itu.

Ingatan buruk tentang pelecehan yang pernah dialami di masa kecil seringkali membawa orang untuk percaya bahwa ia memang pantas dipersalahkan untuk dosa yang telah diperbuatnya.

Mendengarkan kritikan orang percaya lainnya dapat menyebabkan penilaian diri yang rendah. Tanpa pemahaman yang benar, seorang percaya dapat merasa bahwa ia tidak dapat mencapai standar Allah atau dunia.

Rasa bersalah yang berdasarkan Alkitab adalah suatu kecemasan di dalam roh oleh karena dosa tertentu yang telah dengan sengaja diperbuat oleh seseorang. Semua penyebab rasa bersalah itu pada dasarnya memiliki kesamaan: semuanya itu bukanlah hasil dari perilaku yang berdosa. Perasaan seperti itu dapat menjadi alat Iblis untuk menyerang umat Allah.

Bila kita memahami bahwa rasa bersalah yang sejati berasal dari Roh Kudus di dalam roh kita oleh karena kasih-Nya, guna memperbaiki kesalahan tertentu yang kita lakukan, maka kita dapat menolak usaha Iblis untuk mengacaukan kita dengan dustanya. Apapun penyebab rasa bersalah, semuanya harus dicabut dari kehidupan orang percaya.

|||||| sumber: http://www.sentuhan hati.com/ ||||||

Jumat, 18 Juli
Prakarsa Tuhan
Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: “Aku telah memintanya dari pada Tuhan” (1 Samuel 1:20)

Bacaan: 1 Samuel 1:1-20
Setahun: Mazmur 141-145

Setelah menikah hampir dua tahun, seorang istri akhirnya mengandung anak pertamanya. Namun, dokter mendiagnosa kandungannya bermasalah. Kemungkinan kelak anaknya akan lahir dengan “kelainan”, kecuali terjadi mukjizat. Kemudian ia dan suaminya tekun berdoa serta berpuasa. Mereka memohon agar anak mereka lahir sehat walafiat. Ketika tiba saatnya sang istri melahirkan, ternyata anaknya menderita autis. “Kami sudah berusaha dan berdoa. Kalau Tuhan memberikan anak ini dalam keadaan demikian, tentu Dia sudah mempertimbangkan yang terbaik buat kami,” kata mereka.

Suami istri itu kemudian tekun mempelajari segala hal tentang autisme-lewat buku, majalah, internet, dan seminar, hingga mereka menjadi banyak tahu tentang autisme. Mereka kerap diminta bersaksi di gereja dan menjadi tempat bertanya bagi banyak pasangan yang memiliki anak dengan “kebutuhan khusus”. Mereka tak pernah menyesal anaknya menderita autis.

Kelahiran anak adalah prakarsa Tuhan. Manusia boleh berencana dan berusaha, tetapi Sang Penentu adalah Tuhan sendiri. Hana, istri Elkana, bergumul keras untuk memperoleh keturunan. Tuhan kemudian memenuhi permohonannya. Lahirlah Samuel, yang kelak menjadi salah satu tokoh penting dalam Perjanjian Lama.

Tuhan memberikan anak dengan pertimbangan matang. Tidak mungkin Dia memberikan anak dengan sembarangan. Tuhan pasti punya rencana yang baik untuk setiap anak yang Dia izinkan lahir ke dalam dunia, bagaimanapun keadaannya. Maka baiklah kita menyambut setiap anak yang lahir dengan iman, dengan rasa syukur, dan dengan kasih sayang -AYA

Setiap anak adalah titipan dari Tuhan

|||||| sumber: http://www.gloriane t.org/ ||||||

RENUNGAN HARI INI
Jum’at, 18 Juli 2008

BAPA YANG BAIK HATI

Bacaan: Mazmur 103: 13

“Seperti bapa yang sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia” (Maz. 103:13)

Kasih Allah sungguh tak terukur dan luar biasa. Meski dosa kita semerah kermizi, jika kita bertobat dan mau berjalan seturut firmanNya, semua kesalahan kita pasti akan dihapus. Artinya, Dia tak memperhitungkan pelangaran yang pernah kita lakukan. Kebaikan dan kasih karuniaNya dengan tulus dicurahkan.

Sebagai Bapa yang baik hati, Dia pun tidak pernah bosan mendengar permohonan doa kita dan tidak pernah terlambat pertolonganNya. Bapa yang baik tidak pernah mengharapkan kemunduran iman dari orang-orang yang dikasihiNya. Bapa yang baik hati juga akan selalu menegur setiap anak-anakNya yang salah dalam menentukan jalan hidupnya dan menginginkan pertobatan.

Sekarang sebagai anak-anakNya, apakah kita mau menyenangkan hatiNya atau menyimpang dari firman Tuhan. Pilihan itu ada di tangan kita masing-masing. Sebagai Bapa yang baik Dia telah buktikan kasih dan anugrahNya bagi dunia ini. Pengorbanan Yesus di kayu salib merupakan pengorbanan yang terbesar untuk keselamatan manusia.
Kalau kita mau melihat kenyataan hidup ini, sejak kita lahir hingga saat ini, bukankah begitu banyak kebaikan Tuhan yang telah kita rasakan. Saat kita dalam kesusahan, ancaman bahaya, bahkan tekanan terberat sekalipun, Roh Kudus selalu menghibur dan memberi pengharapan. Dan tak selangkahpun dalam kehidupan ini Dia meninggalkan kita. Kasih setiaNya ya dan amin.

Bapa di sorga tak pernah ingkar akan janjiNya. Jadi,bukanlah sesuatu yang terlalu sulit bagi Dia untuk mengangkat kehidupan kita, serta melepaskan dan ketakutan dan penderitaan. Hanya saja kerap kita sebagai anakNya berpaling dan berpikir dengan mengandalkan kemampuan diri. Tidak sabar menunggu jawaban doa, maunya segala sesuatu berjalan menurut pemahaman dan pemikiran sendiri.

Pikirkanlah dan renungkanlah betapa baiknya Tuhan. Kasih setiaNya untuk selamanya tak pernah pudar. Tetaplah bersemangat dan beriman dalam bertindak dan berkata-kata. Lakukan segala sesuatu yang berkenan di mata Tuhan. Haleluya! (fl)

Doa:
Bapa, hanya Engkaulah tempat perteduhan dan perlindungan kami. Amin!

KASIH ALLAH BAPA TAK UKUR TULUS DAN SETIA

|||||| sumber: http://www.glminist ry.com/ ||||||


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: