RENCANA TUHAN INDAH PADA WAKTUNYA

26 09 2008

ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa Suatu hari nanti ia akan
menjadi jenderal Angkatan Darat.
Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk
dapat membawanya kemanapun ia mau.
Untuk itu ia bersyukur kepada Allah, oleh karena ia adalah seorang anak
yang takut akan Allah dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti
impiannya itu akan menjadi kenyataan.
Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan
Angkatan
Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata.
Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk
menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Allah yang tidak
menjawab doanya.
Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan
di
atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.
Amarah
yang mulai ditujukannya terhadap Allah. Ia tahu bahwa Allah ada, namun
tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai
seorang
tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau
melangkahkan
kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara
tentang Allah yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan
pertanyaan-pertanya an rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu
kebingungan.
Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter.
Dan
begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang
ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang
berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi
apabila
tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya
memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.
Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik
anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal
dengan
berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan
kembali,
dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi
keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang
dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan
kesempatan baru.
Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang
bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi
jiwa yang diselamatkan.
Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ,
masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Allah mengapa
doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, “Pandanglah ke
langit,
anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan.” Di sana, ia dapat
melihat
dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa
menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan
menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata
yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah
resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang
pertama,
akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh
dan
membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali
kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat
orang
tuanya menangis dan terus menangis.
Lalu Tuhan berkata, “Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah
terpenuhi
sekalipun engkau tidak setuju.” Sekali lagi ia memandang ke langit. Di
sana
ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa
yang
telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah
anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada
mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.
Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki
yang
juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun
sayangnya
dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa
anak
laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak
laki-laki
itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi
jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.
Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama
dengannya. Ia mengerti bagaimana Allah telah memakainya sebagai alatNya
untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada
anaklaki-laki yang ingin menjadi prajurit itu.
(Diambil dari Inspirational Christian Stories oleh Vincent Magro-Attard)
———— ———
Untuk dapat melihat kehendak Allah digenapkan di dalam hidup anda, anda
harus mengikuti Allah dan bukan mengharapkan Allah yang mengikuti anda.
(Dave Meyer, Life In The Word, Juni 1997)
———— ———
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya…. ” (Pengkotbah 3:11)
———— ———
Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti,
Satu hal tanamkan di hati, indah semua yang Tuhan beri.
Tuhan-mu, tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti,
Cobaan yang engkau alami takkan melebihi kekuatanmu.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: