Keripik Setan

26 09 2008

Saylom,
Wah…sulit juga ya untuk melarang saudara2 atau anak2 untuk jangan beli, karena kita kan nggak bisa lihat tuh anak2 ya…jadi denger cerita serem juga nih…yach jalan satu satunya kita berdoa kepada Tuhan untuk tetap menjaga mereka saudara2 kita untuk nggak kecanduan ya….tapi trims ya mbak ana, paling tidak ada berita baru kripik setan jadi tau…ntar saudara2 dikasih tau deh..he.heee. tks….

forwarded dr seorang teman yg bekerja di ProdDev-KalbeFarma

Dear all,

beberapa hari yang lalu, sales kami membawa produk yang namanya “kripik
setan”. DInamakan demikian oleh karena rasanya yang luar biasa pedas.
Harganya? Murah meriah. Dua ratus perak sanggup bikin elo yang paling tabah
sekalipun “nangis” sesenggukan.

Gua sendiri mencoba satu bungkus. Rasanya hebat, gurih, wangi dan lezat.
Tapi setelah satu bungkus habis, saya perlu minum 1,5 liter aqua untuk
menghilangkan rasa pedas yang luar biasa. Sepanjang perjalanan pulang ke
rumah, saya harus berhenti dua kali di jalan untuk piss :-p

Iseng-iseng, produk tersebut kami berikan kepada R&D perusahaan kami. Ini
dikarenakan timbulnya kecurigaan di hati kami terhadap produk ini. Harganya
cuma 200 perak, tapi saat ini harga cabe luar biasa mahal. Terakhir kali
beli cabe, pembantu saya hanya dapat dua butir rawit untuk uang Rp200.
Sadis ga sih?

Hasilnya…. . luar biasa. Ternyata rasa pedas dari keripik tersebut
diperoleh lebih banyak dari…….balsem gosok. Hiiii….balsem obat gosok
tersebut, diolah menjadi makanan.

Produk kripset ini lagi beken banget di daerah bogor dan depok.

Guys, masih banyak lagi makanan-makanan ajaib di luar sana . Sekedar
gambaran, mungkin teman-teman pernah bertemu produk chiki-chiki dengan
merek ga jelas, dijual murah banget (gopek kebawah). Kami pernah
bertanya-tanya, bagaimana mungkin bisa memperoduksi barang semurah itu.
Hampir mustahil. Untuk itu kami mendatangi beberapa perusahaan sejenis yang
masuk kategori kecil/industri rumah tangga.

Nah ini yang kami temukan. Untuk mengaduk material utama dengan bumbu,
supaya bisa merata, diperlukan mesin yang namanya molen. Mesin ini cara
kerjanya hampir mirip dengan mesin molen buat ngaduk semen.

Kedalam mesin ini, material utama dimasukkan bersama bumbu terus di aduk
merata. Pada pelaksanaannya, bisa dipastikan TIDAK MUNGKIN meniadakan
produk terbuang. Karena, pada saat di putar, pasti sejumlah material akan
terlempar keluar. Ini tidak bisa dihindari. Inilah yang membuat produk
tersebut menjadi mahal. Nah….untuk produsen ecak-ecak (produsen
kecil/home industry), materi sisa yang tercecer di lantai tersebut disapu
lalu dimasukkan kembali ke dalam molen. Nah…barang yang seperti itulah
yang dibeli oleh anak-anak kita di kantin sekolah.

Sadis. Ini kisah nyata lho. Bukan mau menjelek-jelekan home industry, tapi
hanya ingin membuat teman-teman sekalian berhati-hati dengan produk makanan
yang sangat murah. Bahkan makanan seperti itu ikut serta mencetak ijin
depkes di kemasannya. Ga tahu ijin boong-boongan atau eman asli.

Silahkan forward email ini kepada orang lain supaya mereka tahu dan ikut
berhati-hati.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: