JanjiMu Seprti Fajar (Behind The Song)

26 09 2008

mail dari seorang teman…..

“JanjiMu s’perti fajar pagi hari….
yang tiada pernah terlambat bersinar….
cintaMu s’perti sungai yang mengalir….
dan kutahu betapa dalam kasihMu….. …..”

Demikian lirik dari reff lagu “JanjiMu Seperti Fajar”.
Hampir semua umat Kristen dari berbagai denominasi Gereja bisa menyanyikannya.
Saya ingat, suatu kali dalam pelayanan kunjungan ke Rumah Sakit,
kami menyanyikan lagu-lagu penghiburan dari kamar ke kamar, untuk menguatkan
dan memberi pengharapan kepada pasien-pasien yang sedang terbaring lemah di
Rumah Sakit.
Ada seorang pasien yang meminta lagu JanjiMu Seperti Fajar dinyanyikan.
Pasien ini menderita kanker stadium lanjut dan sudah sangat lemah.
Kerabat keluarga yang dikasihi mengelilinginya, dan bersama-sama kami
menyanyikan lagu ini.
Tak terasa airmata menetes. Rasa haru yang dalam begitu kuat menguasai kami,
dan kasih Bapa terasa dicurahkan atas pasien itu.
Teman-teman juga pasti mengalaminya saat menyanyikan lagu ini.
Ada kekuatan baru yang dilimpahkan ke atas setiap yang menyanyikannya.
Yang jelas…banyak orang diberkati, tapi nggak banyak yang tahu siapa penulis
lagu ini. Penasaran ???
Untuk itu, saya sengaja meminta kepada songwriter, Afen, untuk menuliskan story
behind the song. Apa yang dialaminya, sehingga lagu yang sangat powerful ini
tercipta. Original lho. From the deepest heart of songwriter “JanjiMu
Seperti Fajar”…….

Nama saya Afen Hardianto.

Saya tinggal di Malang bersama dengan istri dan 2 anak saya yang
perempuan 6 tahun dan yang laki-laki 4 tahun.
Saya berpacaran dengan istri saya sejak duduk dibangku SMA. Pada
masa kita masih pacaran hubungan kita ditentang oleh keluarga istri saya.
Tetapi kita tetap berpacaran sampai akhirnya kita mendapatkan restu untuk
menikah. Tanpa saya sadari ternyata saya menyimpan kepahitan dari akibat
hubungan kami yang dulunya ditentang.

Dan kepahitan itu saya simpan dan pupuk dan saya bawa di
pernikahan sampai menyebabkan hubungan saya dengan istri menjadi kurang
harmonis di tahun-tahun awal pernikahan kami.
Kemudian masuklah pihak ke tiga yang semakin memperkeruh keadaan
rumah tangga kami. Dan rumah tangga saya semakin amburadul.
Saya menolak dan menganggap istri saya sebagai penghalang
kebahagiaan saya, sehingga saya membenci istri saya. Rasa cinta terhadap
istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang menumpuk. Saya
selalu menyakiti hati istri saya, walaupun istri saya tidak membalas
tetapi saya semakin menyakitinya.
Saya tidak mempedulikan anak saya, dan saya pun sibuk dengan
keegoisan saya sendiri. Yang dilakukan istri saya hanya berdoa dan
berpuasa, bahkan saat ia mengandung anak kami yang ke 2, ia berpuasa Ester
untuk saya.
Istri saya menutupi segala keadaan yang terjadi dalam rumah tangga
kami dari keluarganya. Ia berpegang pada firman Tuhan di Amsal 21:1 :
“jika hati raja-raja ada didalam genggaman tangan Tuhan,
apalagi hati seorang Afen”

Tetapi saya tetap tidak memperdulikannya sampai pada akhirnya saya
menyuruh istri saya untuk pergi dan saya antarkan istri dan anak saya
pulang ke rumah orang tua istri saya. Dan orang tua istri saya pun
menerima mereka dan juga menghendaki perpisahan ini dan megharapkan akan
berujung pada perceraian. Saat itu istri saya berkata kepada saya, ini
bukan akhir dari segalanya. Setelah saya meninggalkan istri dan anak saya,
saya berpikir saya akan menjalani hidup saya yang baru. Tetapi pada suatu
malam pada saat saya sendiri Tuhan mengingatkan saya pada anak saya yang
pertama, saya tiba-tiba merasakan rindu dan kangen sekali pada anak saya
itu. Waktu itu anak saya masih berusia 1,5 tahun. Hati saya hancur dan
saya menangis.
Saya berkata kepada Tuhan :
“ Tuhan apakah akhir dari hidupku akan seperti ini, saya yang
dari dulu (SMP) sudah melayani Tuhan sebagai pemain musik tetapi apakah
rumah tanggaku akan berakhir dengan perceraian?”

Tiba-tiba Tuhan memberikan melodi kepada saya lagu : “JanjiMu
Seperti Fajar”, dimana rencana saya lagu ini akan saya simpan untuk
saya pribadi.
Tetapi pada saat pendeta saya mau rekaman, pendeta saya kekurangan
1 lagu dan ia bertanya kepada saya, apa saya mempunyai lagu.
Dengan malu-malu saya tunjukkan lagu JanjiMu Seperti Fajar
kepadanya.
Saya benar-benar tidak menyangka lagu tersebut ternyata menjadi
berkat bagi banyak orang, termasuk saya dan keluarga.

Dan singkat cerita Tuhan memulihkan keluarga saya.
Istri, dan anak-anak saya juga sudah kembali bersatu dengan saya.
Bahkan anak ke 2 saya yang dulu saya tolak dan lahir secara
premature tanpa saya dampingi juga lahir dalam keadaan yang normal dan
sehat.
Dan setelah keluarga saya kembali bersatu, saya juga baru
mengetahui bahwa pada saat keluarga saya berantakan setiap hari istri saya
menuliskan kata-kata iman di sebuah buku.

Didalam tulisannya tersebut istri saya mengatakan :
Suamiku Afen pasti dikembalikan Tuhan padaku, keadaan ini adalah
baik bagiku karena pasti ada anugerah besar bagiku,
suamiku Afen adalah suami yang takut akan Tuhan,
suamiku Afen adalah suami yang mengasihiku,
semua ini mendatangkan kebaikan bagiku karena Tuhan pembelaku ada
di pihakku.

Dan sekarang saya benar-benar merasakan pemulihan yang Tuhan
kerjakan di dalam hidupku, bahkan saya juga tidak menyangka bahwa lagu
JanjiMu Seperti Fajar menjadi lagu terbaik Indonesian Gospel Music Award
2006, menjadi theme song sebuah sinetron dengan judul yang sama, dan Tuhan
memelihara hidup kami sekeluarga juga melalui lagu tersebut.
Terima kasih Tuhan Yesus Memberkati.
(from Afen Hardianto)

….wow…sungguh testimony yang mengharu biru.
Teman-teman pasti lebih dikuatkan lagi ya.
Nggak pernah menyesal ikut Yesus, karena di dalam Yesus nggak ada
tuh yang namanya dead end. Selalu ada jalan keluar. Selalu ada pengharapan
yang baru. Pengharapan yang tidak pernah sia-sia.
Kalau Afen (especially his wife) mengalami jalan keluar, kita juga
akan mengalami jalan keluar.

Because our destiny is being more than a conquerer !!!
Selamat berjuang !!


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: