Indonesia Ada Di Hati Tuhan

8 09 2008

Indonesia Ada Di Hati Tuhan

Oleh: Sunanto

Tepat pada tanggal 17 Agustus 1988, saya mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengikuti upacara di istana merdeka sebagai pelajar yang menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Kemarin tiba-tiba saya teringat dengan momen tersebut, tidak terasa itu sudah 20 tahun berlalu.

Waktu itu saya merasa sangat bangga bisa menjadi bagian dari upacara kemerdekaan di istana merdeka.

Tidak ada yang menduga bahwa setelah 20 tahun silam keadaan Indonesia akan menjadi sekarang ini.

Sebenarnya jika sesuai rencana pembangunan dari pemerintah orde baru, saat ini seharusnya Indonesia sudah tinggal landas menjadi negara maju yang adil dan makmur.

Siapa yang menduga bahwa setelah 63 tahun merdeka masih terjadi antrian minyak tanah di negeri ini ?

Mengapa di negeri yang kaya alamnya ini masih ada penduduknya yang kelaparan atau makan nasi aking ?

Tuhan pertama kali memberi saya beban untuk Indonesia di tahun 1993 ketika di gereja saya diadakan doa syafaat untuk bangsa dan negara.

Dalam doa tersebut saya mendapatkan sebuah penglihatan yaitu sebuah peta Indonesia .

Di tengah peta tersebut terdapat tulisan , “DarahKu Sudah Menebus Bangsa Ini”.

Kemudian hati saya langsung hancur dan untuk pertama kalinya saya menangis untuk Indonesia .

Saya merasakan tangisan hati Bapa untuk Indonesia sebab bangsa ini ada di hati Tuhan.

Dia punya rencana yang besar untuk Indonesia dimana melalui bangsa ini maka bangsa-bangsa lain akan diberkati.

Saya percaya satu hari kelak dari Indonesia akan lahir banyak hamba Tuhan dan misionari yang akan diutus untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa.

Bulan Oktober 2000, sebulan sebelum kepulangan saya ke Indonesia , saya mengalami sebuah peristiwa yang tidak dapat saya lupakan.

Di salah satu kamar apartemen kota Sydney , Tuhan Yesus menampakkan diriNya pada saya.

Saat melihat wajahNya yang terang bersinar itu saya langsung berlutut dan tidak tahan menatap wajahNya yang silau.

Kemudian Tuhan menumpangkan tanganNya di atas kepala saya dan dia memberikan pengurapan untuk menguatkan mereka yang sedang dalam penderitaan dan pemulihan bangsa-bangsa (tentu termasuk Indonesia ).

Tentu saja pengalaman ini harus diuji apakah benar-benar datang dari Tuhan atau hanya sekedar halusinasi (tolong diuji karena Alkitab memerintahkannya).

Akan tetapi, sejak saat itu saya tidak pernah sama lagi, terjadi sebuah terobosan baru dalam hidup kerohanian saya.

Saya menceritakan pengalaman ini bukan untuk menyombongkan diri saya tetapi untuk membangkitkan iman kita bahwa Tuhan mengasihi Indonesia .

Tentu saja tidak setiap orang harus melalui pengalaman supranatural seperti yang saya alami.

Banyak hamba Tuhan yang dipakai dasyat oleh Tuhan tetapi mereka tidak pernah mengalami pengalaman supranatural sebaliknya justru ada yang mengaku melihat Yesus tetapi justru pada akhirnya mengalami kejatuhan karena sombong.

Oleh karena itu seharusnya kita tidak berusaha mencari-cari pengalaman tersebut tetapi juga jangan menolaknya jika memang Tuhan memakai cara tersebut.

Belakangan ini banyak orang yang menjadi kehilangan pengharapan akibat krisis demi krisis yang melanda.

Banyak orang yang berkata, katanya akan terjadi transformasi di Indonesia, kok keadaannya malah semakin memburuk ?

Memang biasanya sebelum keadaan membaik maka justru akan semakin memburuk dahulu.

Percayalah, Tuhan tetap memegang kendali atas semua yang terjadi di bangsa kita.

Jangan takut dengan semua tantangan yang ada di depan sebab Tuhan menyertai kita.

Indonesia ada di hati Tuhan dan Dia punya rencana yang indah atas kita semua.

Mari kita merendahkan diri dan berdoa supaya negeri ini dapat dipulihkan dari semua keterpurukannya !

__._,_.___


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: